Menjadi Laskar Pelangi

Welcome to Belitong
Welcome to Belitong
Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersukurlah pada yang kuasa

Cinta kita di dunia

Mengikuti liburan kekinian (sebenernya gak kekinian banget yaa, 2 tahun yang lalu iya, hihihi). Intinya saya berhasil membujuk Mr.Suami untuk menjadi Laskar Pelangi. Psst, bukan apaapa dia picky untuk liburan yang mengikuti kekinian.

Singkat kata, dengan alasan pembantu belum pulang, saya pun berniat cuti pasca libur lebaran yang 5 hari, dan semua pun diatur menggunakan jasa #Traveloka. Udah pernah nyoba pake jasa ini? Menyenangkan loh, kita bisa langsung dapet perbandingan harga penerbangan dan juga harga hotel. Kalau harga hotel saya sempat banding-bandingan dengan #Agoda dan lainnya (maklum ya Mak Irit,20 ribu ajah dikejar). Saya dapet penerbangan termurah Garuda  dengan jadwal paling lagi, dan pulang pake Sriwijaya. Sebenernya Garuda juga ada, hanya pengen yang pulangnya agak nyantai.

Baiklah, mendekati hari keberangkatan, jadwal annual meeting muncul, dan ijin cuti terancam batal. Win-win solutio dengan Pak Bos, waktu liburan dipersingkat, untung saya pilih pulang pake #Sriwijaya, jadi tiket bisa dire-route dengan biaya admin yang masih bersahabat. Untuk hotel, saya terpaksa cancel. Masukan buat #Traveloka ya, kurang fleksibel, jadi saya harus cancel semua perjalanan, dan gak bisa hanya ganti hari seperti Agoda. Selanjutnya, untuk pemesanan hotel saya telepon Aston (yang pas saya berangkat udah ganti nama jadi BW Suites), masih tersisa 2 kamar untuk tanggal yang saya mau, dengan harga corporate rate, Alhamdulillah masih sama dengan pesanan yang dulu. 

Ternyata wisata Belitung ini memang cukup 2 malam 3 hari aja, selebihnya kita bingung mau kemana lagi dan makan apa, (coba pemerintah, cik atuh) wisata kuliner juga ditingkatkan.

Tempat Shooting Sekolah Laskar Pelangi
Tempat Shooting Sekolah Laskar Pelangi
Hari pertama nyampe, langsung menuju Belitung Timur, dengan rute standar ya, Sekolah laskar pelangi, museum kata Andrea Hirata, rumah Ahok yang sekarang jadi rumah adiknya yang jadi Bupati Belitung Timur (penting banget kayaknya), makan siang seafood di RM. Fega, dan karena saya gak mau rugi saya minta mampir ke Vihara dan juga 2 pantai yang masih perawan banget. Asli perawan sampai kita bingung mau ngapain. Pulangnya nyampe hotel jam 5-an, udah males keluar lagi, tapi for sure a glass of Kopi Belitong was much more delicious than any Starbucks all over the world.

The Beautiful Beach
The Beautiful Beach
Hari kedua, saya sempet lari pagi menyusuri pantai belakang hotel, dan hari ini adalah highlight of the trip. Island hopping, indeed, it was really beautiful, clear water, white sand, and good food. Sayangnya fasilitas pelayanan publik gak bagus ya. Oh iya, rute standar kita ke pulau Batu, Pulau Pasir buat main sama Bintang Laut, Snorkeling, Pulau Lengkuas yang ada Mercusuar,  Pulau Kepayang buat makan siang.Di pulau Lengkuas, jangan lupa nyiapin Rp 5000 ya, buat naik ke atas mercusuar (yang saya gak bawa uang ūüėď).

Asyik, semua orang yang island hopping pasti makannya disitu dan menghadap pantai. Pulangnya… tentu ke pantai Tanjung Tinggi, tempat shooting Laskar Pelangi . Konon ini punyanya Tommy, seperti Pecatu-Dream Land di Bali. Tapi bener deh, gak dikelola dengan sempurna, jadi asa jorok. Malemnya bingung makan malam dimana, walhasil Mie Atep Belitong jadi pilihan lagi, ditambah Hok Lo Pan (martabak Bangka) sebagai penutup. Rasanya sih martabak pinggir jalan ya, tapi yang jual seBelitong hanya 2 dan nunggu sampai 1 jam. Padahal kalo di Jakarta mah, ada di tiap pengkolan.

Rumah Adat Belitong
Rumah Adat Belitong
Besoknya,Mak Irit harus pulang duluan, karena tugas sudah melambai-lambai (haiyaa). Tapi d twins dan Mr. Suami sempet singgah ke Rumah Adat Belitong.
That was the recap of the trip, kalau ditanya saya mau lagi ke sana, ehmmm, saya menunggu fasilitas dibagusin deh. Pantainya emang indah banget, tapi fasilitas dan variasi tempat kunjungan ya masih itu-itu ajah. Sampai kita bingung kalau mau BAK, ada sih di pulaunya, tapi masih minim banget.

Oh iya, seluruh perjalanan saya diatur oleh Pak Rohim/081929680973 (rekomendasi dari @tesyasblog). Sy gak banding-bandingin harga dengan travel lain, tapi pelayanan dan pengalaman saya juga nggak ngecewain kok. Saya tinggal bilang mau ke mana dan makan apa…Dan menurut saya, lebih baik kita diatur oleh trip organizer , karena setidaknya di tempat makan dan fasilitas umum, ada yang udah ngurusin (maklum, kaum hedon…. :)). Total kerusakan saya per orang ya: tiket Rp 1.100.000,- (PP), hotel: Rp 850.000 (deluxe 2 malam), biaya tour dan makan: Rp 800.000, ini salah satu menu makanan kita:

  
Jadi, ayo cobain menjadi Laskar Pelangi (link lengkap photo nanti yaaa….)

The Laskars
The Laskars
Advertisements

Memenuhi UndanganNya

IMG_1819Waw, ini¬†postingan¬†yang tertinggal¬†4 bulan¬†ūüôā Hanya sekedar¬†berbagi¬†pengalaman umrah ya, mulai dari persiapan dan highlight dari persiapan¬†saya yang lucu¬†banget, adalah ketika minta ijin….

Di Manokwari, ketika makan malam second liners (biasa posisi warga kelas dua di luar ruangan¬†utama, ditemani angin sepoisepoi, tanpa AC, saya¬†meminta ijin kepada Pak Bos, eh Pak Bos ini sekarang calon orang penting…)
Saya: Pak, saya mau cuti ya akhir tahun
Pak Bos: hah… ?!? (maklum saya belum 3 bulan di Departemen tersebut, masak udah cuti lagi)
Saya: iya Pak, saya mau umrah. Sengaja kok pas tanggal 25, kan udah banyak libur. Jadi, saya cutinya hanya 4 hari
Pak Bos: oh, ya sudah, didata ya Fen, karena schedule kita padat di akhir tahun
Saya: siap, Pak
Pak Bos: umrah kemana?
Saya: *bengong* dalam hati: bisa ya Pak, umrah ke Paris (dan sampai sekarang pertanyaan Pak Bos gak saya jawab)
-> tapi mungkin ya, karena tipe saya yang masih diragukan, hahaha
Baiklah, mungkin kalau direfleksikan, kata Pak Ustadz, ada dua golongan orang yang memenuhi panggilannya, “yang (pertama) adalah yang memang sudah mampu dan siap untuk berangkat” dan “yang (kedua) adalah yang memaksakan diri memenuhi panggilanNya.” Saya termasuk golongan yang kedua, hihihi. Yang jelas dari kepastian mau umrah sampai berangkat gak nyampai sebulan. Saya juga nggak tahu kenapa, melabuhkan diri dengan berangkat di 2014, tapi semua memang dilancarkan banget. Padahal, Mr. Suami sempat¬†ragu¬†dan¬†sempat berpikir, mending bayar DP naik haji atau umrah. Saya bilang, sudahlah naik haji 6-7 tahun lagi (katanya itu waktu menunggu setelah kita daftar untuk¬†ONH Plus, kebayang kan yang Haji Biasa, Mr. Suami juga sempat¬†bertanya keyakinan¬†saya, hihihi, dan¬†saya¬†jawab¬†YAKIN :))
Nah ini,¬†tips penting yang pertama, adalah memilih biro perjalanan. Saya memang termasuk kaum hedon, ada beberapa persyaratan, mulai dari hotel, pengalaman temen,¬†dan¬†tanggal keberangkatan (kan pengen tahun baruan di Mekkah #uhuyyyy). Saran saya,¬†pilih yang Madinah duluan, baik yang direct flightatau yanglewat Jeddah. Jadi, ¬†kita punya waktu istirahat di Madinah selama berapa hari, dan miqat-nya pun tidak¬†di pesawat, lebih¬†khusyulah. Oh iya, dari hotel2x yang ditawarkan¬†oleh biro, saya¬†browsing ke tripadvisor atau Agoda loh…., niat ya…Karena ini¬†pengalaman¬†pertama,¬†jadi saya¬†ingin sesuatu yang menyenangkan, dan bener-bener nyaman.
Dan akhirnya pilihan saya¬†jatuh ke¬†Tazkia (travel atas saran dari Ibu-Ibu Berlian) bukan promosi ya,¬†tapi pelayanannya bagus, dan¬†kita didampingi¬†oleh Pak Ustadz, hotel deket banget sama Nabawi atau Kabah, dan makanannya enak juga, disamping itu ada tanggal yang saya mau :). …¬†Alhamdulillah juga, pas berangkat saya¬†diupgrade ke¬†business class, berasa pejabat….:P
Contoh Baju Umrah Langsung dengan Kepala
Contoh Baju Umrah Langsung

Tips kedua, adalah pakaian, nah penasihat mode saya pertama itu Ibu saya yang ternyata sangat gak updates sama kondisi saat ini, menyarankan saya pake daster, atau baju2x yang dijual di paket Umrah, yang menurut saya ternyata gak banget. Untung, Ibu Berlian meminjamkan bajunya pada saya, jadi saya nggak  saltum. Sebenernya, untuk Umrahnya kita memang lebih afdol pake baju putih yang membuat nyaman untuk bergerak, tapi di luar kegiatan Umrah  banyak banget baju2x Thamrin City yang menghiasi Mekkah dan Madinah. Intinya baju muslim yang loss, namun dengan warna pastel tetap manis kok, dan ternyata kalau berburu sekarang harganya juga sangat terjangkau :). Oh iya, untuk tawaf wada (tawaf perpisahan) disarankan pake baju terbaik kita, malah kalau bisa baju baru. Karena kita mau pamit sama Allah, kita berharap bisa dipanggil lagi diundang lagi jadi tamu Allah, jd harus pamit dgn baik.

 

contoh kaos kaki wudhu
contoh kaos kaki untuk berwudhu
Jangan lupa ya,¬†pake kaos kaki yang untuk berwudhu, yang bisa¬†digulung depannya, ini praktis banget dan¬†cukup membuat orang2x sana terbengong2x. Bawa sendal jepit, manset, juga daleman putih¬†dan¬†hitam. Karena umumnya baju¬†muslimnya dari bahan satin yang menerawang, jadi pake daleman sangat¬†membantu. Oh iya, dalemannya yang full body dan yang bahannya agak tebel tapi nyaman, sekitar Rp 100.000-an kok. Biasanya kita sholat hanya dengan baju yang kita pakai, karena sudah tertutup, tapi saya¬†kurang afdol,¬†jadi tetep pake mukena/bergo lebar. Penting banget,¬†jangan beli barang yang gak perlu, kalau kita ke toko¬†perlengkapan¬†umrah suka ditawarin¬†beli kaos dalam yang ada kantongnya, padahal mah gak kepake. Satu lagi, bawa tas selempang seperti tas doraemon itu, jadi semua bisa masuk, biasanya sih dikasih dari¬†Biro-nya kita ya…
Itu sekedar¬†tips-nya, mudah2xan membantu, nanti saya¬†akan¬†tulis kegiatan hariannya…Bukan maksudnya sok-wise, tapi bener deh, kalau¬†sudah¬†ada niat, walaupun sedikit, mendingan dijalanin….karena Allah pasti memberikan kemudahan…

Life was Great in 2014

Review in 2014
Review in 2014

Ampun….Lama¬†banget¬†rasanya¬†gak¬†nge-blog. Bukan berarti¬†sok sibuk,¬†tapi¬†emang¬†setelah¬†balik dan¬†tempat baru, rasanya¬†masih¬†perlu¬†penyesuaian¬†terhadap¬†rutinitas¬†baru¬†(halah #toyordirisendiri). Anyhow..I should thank God for the great things in 2014, it was great, indeed beyond great, which of the favor of your Lord will you deny… Alhamdulillah….yang jelas,¬†di¬†bulan¬†Juli sudah menyelesaikan studi ¬†… It was one of the memorable moments in my life.¬†Had great lecturer, great classmates, great campus life and of course a never ending assignment. Ini link video yang merekap¬†kehidupan¬†saya selama setahun¬†#berasasingle, hehehe ¬†(https://www.youtube.com/watch?v=VnumjcbQBfM). Ketika saya¬†pulang, ternyata saya¬†tidak¬†mendapatkan¬†tempat¬†di¬†satker¬†tiga¬†huruf¬†ituh… (sedihnya tuh disini¬†ya… ūüė• ) tapi¬†ya sudahlah,¬†everything happens for a reason, do not overestimate that someone will help you dan¬†ternyata¬†saya¬†menikmati¬†kok¬†di¬†tempat¬†baru ini. Walaupun ya,¬†saya¬†sering¬†banget¬†harus¬†jadi Cinderella karena¬†hampir¬†berubah¬†jadi¬†labu,¬†walaupun¬†juga…di¬†tempat¬†mana¬†pas mau¬†thawaf¬†masih¬†di¬†BBM mengenai¬†kerjaan¬†(haiyahhh), walaupun…walaupun…kerjaan¬†gak pernah berhenti. Tapi¬†suasana¬†kerjanya¬†fun, temen2xnya baik-banget dan¬†superseru, learning exposurenya¬†juga¬†tinggi, dan¬†bos-nya¬†baik hati, tidak¬†sombong, dan¬†cerdas¬†luar¬†biasa…(not¬†to mentiIni satker sekarang, seru kan...on also ….). Di¬†tempat¬†baru¬†saya¬†ini, saya jadi¬† tahu¬†ketulusan¬†hati¬†orang.¬†Assignment saya¬†yang lama memang¬†agak sedikit di¬†ring 1, tapi¬†saya¬†menyadari sekarang¬†ada¬†orang yang memang¬†hatinya¬†tulus¬†dan¬†ada¬†yang tidak. Ada loh,¬†yang ¬†sekarang¬†lagi¬†rapat, negor¬†juga gak mau… Ada yang dulu¬†kayaknya¬†manis¬†banget¬†….tapi sekarang yah… tau sendiri lah… Tapi ada juga, yang saya lagi sibuk ngetik, tapi¬†nyamperin ke¬†tempat¬†saya duduk, hanya¬†untuk say HI…. (Subhanallah Pak, God always be with you…) Oh¬†iya,¬†dan¬†pengalaman¬†baru tanpa¬†jalur¬†ring 1, misalnya stranded selama 3 jam di Airport yang bujubuneng…baunya sampai ke radius 10 m :P, dengan¬†posisi¬†kelaperan. Hahaha…memang beda banget,¬†tapi¬†hidup seperti¬†itu¬†kan…, seperti¬†roda¬†yang berputar. Dan saya¬†malah¬†lebih¬†menikmati¬†situasi sekarang,¬†karena¬†saya¬†jadi¬†lebih¬†tahu orang¬†yang tulus yang mana… ¬†I value more of a friendship and sincerity.

It's more Than Reunion (20 tahun Fapsi Unpad)
20th year of Fapsi Unpad
20 tahun SMAN 5-Fis 1
20 tahun SMAN 5-Fis 1

Tahun 2014….adalah year of friendship juga¬†buat saya, banyak¬†banget¬†acara 20th year, dari¬†SMA, kuliah¬†dan semuanya¬†seru¬†dan¬†mengingatkan¬†bahwa¬†silaturahmi¬†tetap harus¬†dijaga. Terutama¬†tiasa¬†nyarios¬†Sunda,¬†da¬†acaranya semua di¬†Bandung ya… Ah, kangen¬†kalian semua…teman-teman 20 tahunku Terakhir…..ini, akan¬†saya posting sendiri¬†ya….kesempatan¬†berUmrah….Subhanallah… gak¬†nyangka ya…..bisa¬†juga¬†mengunjungi¬†tanah suci,¬†dan¬†Alhamdulillah semuanya¬†lancar. Kembali ke¬†tulisan¬†di¬†awal¬†Which of the favor of your Lord will you deny…,¬†saya sampai¬†gak berani minta lebih¬†sama yang di¬†atas…sudah terlalu banyak¬†nikmat yang diberikan. Saya juga nggak¬†punya¬†target di¬†tahun¬†2015 ini¬†(oh iya, ada¬†deng, mau¬†lari rutin, ¬†biar¬†turun¬†20kg #mimpipisan #colek), yang jelas¬†melihat load-nya yang udah gigi 6 dari hari pertama masuk kerja, saya hanya¬†berharap¬†di¬†tahun¬†2015 bisa¬†sehat dan¬†menjalaninya¬†dengan¬†lebih baik,¬†juga….tidak¬†terlalu sering¬†menjadi¬†Cinderella (udah sakit inihhh). Mengutip tulisan¬†Rene Suhardono yang diambil dari Jalaludin Rumi (tapi saya modif¬†ya)

Yesterday I was clever, ¬†today I have to be wiser, so I am changing myself…¬†Bismillah, semoga¬†2015 lebih baik¬†dari¬†sebelumnya¬†ūüôā

Berteman dengan Orang Baik

Acara Mangalehen Mangan Saya lagi teringat  malam terakhir saya sebagai anak gadis. Di adat kami, di Sumatera Utara, di malam terakhir sebelum menikah, ada acara adat yang namanya Mangalehen Mangan. Biasanya di acara ini, si anak gadis yang mau menikah diberikan petuah oleh para sepuh, dan terakhir oleh orang tuanya. Saya masih ingat di malam itu, 3 Januari 2003, almarhum Papa adalah yang terakhir sekaligus menutup sebelum sungkeman (lihat photo sebelah ya..)

Alih-alih memberikan petuah mengenai kehidupan berumah tangga, beliau malah mengucapkan Terima Kasih pada saya di malam itu. Terima Kasih.., ya Terima Kasih. Rupanya selama mengantarkan saya sampai dengan menikah, dia menyimpan kekhawatiran di setiap fase kehidupan saya. Dia takut saya terjerumus pergaulan bebas, dia takut saya terjerumus NARKOBA (maap ya, pada saat itu NARKOBA lagi marak, tetot ketauan deh angkatannya :P), namun beliau¬†menyimpan kelegaan dalam hatinya, ketika dia melihat dengan siapa saya berteman dan siapa teman-teman saya. Karena beliau percaya, sekuat apapun pendidikan yang ditanamkan di rumah, pengaruh lingkungan dan “peer” sangat berperan terhadap sikap dan perilaku saya. Jadilah pada malam itu, beliau menyampaikan terima kasih karena saya telah berteman dengan orang-orang baik (psssttt, teman-teman saya jangan ge-er ya).

Saya pun terhenyak dengan penuh linangan air mata, dan sejak detik itu saya belajar tentang pentingnya berteman dan bergaul dengan orang baik. Almarhum tidak pernah memberikan komentar ini sebelumnya, dia tidak pernah berkomentar siapa dan apa teman-teman saya, namun di malam terakhir itulah semua dia uraikan dengan kata-kata manis. Pun, ketika saya memiliki anak, nasihat itu yang saya ingat dan saya tanamkan, agar anak-anak saya juga memilih berteman dengan orang baik.

Saya percaya, bahwa terlepas dari siapapun kita, kalau kita berteman dengan orang-orang yang baik, kita akan bisa menjadi baik juga, bukan artefact-artefact yang hanya merupakan simbol, seperti baju, jabatan, pangkat.  Jadi ya bertemanlah dengan orang yang baik, tentunya beliau juga tidak mengajarkan saya untuk berteman dengan  orang yang bermasalah (not to mention, I am big fan of Anis Baswedan, Rene Suhardono, Abraham Samad, Dahlan Iskan dan Yovie Nuno, hehehe, saya kan penggemar fanatiknya Yovie Widianto).

In memoriam of my beloved Papa, miss you Papa…may you always smile from above (ayo jadi orang baik…)

Special thanks for Lala yang udah kirim photo jarak jauh Jakarta-Sing, Didi yang udah bantuin Lala juga….

Google Drive and DropBox

Lagi enek sama kampanye yang makin aneh-aneh, saya iseng banget untuk menyatakan kekaguman saya sama dua aplikasi di atas. Hahaha, gak penting ya…

Tapi ini beberapa hal yang saya suka ya:

1. Sinkronisasi dengan Explorer yang menurut saya sangat penting, jadi kita kayak kerja di folder biasa kita aja, terus buka filenya dan save, baru pas ada koneksi ke internet, filenya terupdate dengan file terakhir yang kita modifikasi. Jadi nggak perlu lagi tuh log-in dulu ke websitenya, unduh dan lain sebagainya (buat saya yang praktis dan sering lupa password tentunya sangat membantu)

2. Sharing folder, ini juga keren bingits, saya biasanya kerja bareng tim, dan daripada kirim-kiriman email dan musti unggah-unduh, mending disini deh, jadi kita langsung bisa update dan tahu terakhir update darimana, tinggal buka dan baca lagi.

3. Oh ya….kalo dropbox juga ada notifikasinya kalo ada file-file baru yang diupdate, kalo google drive nggak…, keren kan…tapi google punya fitur google calendar yang bisa sync sama gadget kita juga.

4. Terakhir, jadi nggak makan memory kita, kan semuanya disimpan di cloud, google dan dropbox ūüėÄ

Saya benar-benar termanjakan dengan teknologi ya…kalau Anda? ūüėõ

 

 

The Unseen Singapore

Willing Heart
Willing Heart

What comes to your mind when talking about Singaporeans? To me, the adjectives ‚Äúwealthy‚ÄĚ and ‚Äúprosperous.‚ÄĚ This particular thought was spurred up when a group of friend-classmates invited our class to wake up early one morning‚ÄĒat 6:30 sharp!‚ÄĒto cook at Willing Hearts. What? Cooking?I went along with them anyway. I went with them to a building, which looked more like a warehouse, and went into a place with the signage ‚ÄúWilling Hearts Soup Kitchen.‚ÄĚ Inside, people had already started working.

Cucumber Peeler They were preparing the food, hot meals for 3500‚ÄĒyes! ‚ÄĒ Families in need. Are there really needy in this rich country? There were quite a number of us and we were divided into groups: some were assigned to the cooking preparation, some to cook, some packing and some to delivery. I was assigned to the preparation area and my job was peeling cucumbers. I am a little ashamed, but this is so true: this was my first time to see and use a cucumber peeler. (I think, I am going to buy one for my house). Some of my friends cooked and the rest, packed.

Who needs this food? How are we going to deliver them? Is Willing Heart sure that there are people who need this? I was asking these questions the entire time I was peeling. I did not notice the time until a friend, at 10:00 o’clock, asked me to join her in delivering the food. Voila, just the moment I’ve waited for! There were several distribution areas and the area assigned to my friend and me was in Yishun. We first came to a church where a middle-age woman waited for the Willing Heart delivery. We arrived next in an HDB area, called a woman who later came to meet us. Judging from her appearance, she seemed to be from the low income population. She said that the people who needed the food would come soon and she was right. As we were leaving, we saw a group of grandmas sitting and beginning to have the meal.

Woa, they were waiting for our delivery!

The HDB that we went to next looked good. There, we went to the 7th floor and rang a doorbell. A woman greeted us. She was wearing shorts, shirt and socks. She thanked us profusely for our delivery was just in time for her to drink her medicine on time. The woman was about 50years old and orphan. The government had provided her this shelter in this HDB. We had quite a nice chat and I was particularly touched to have received her ‚Äúthank you.‚ÄĚ

The last place that we went to was also an HDB and, for the first time in Singapore, I felt uncomfortable. When we arrived, a lot of people loitered on the ground floor, sitting and chatting. They were smoking. Their eyes were opaque and sad and they looked at us in a peculiar way. This was my first time to have this kind of experience and to see an “unseen” Singapore.

Finally, we went home.

There have been lessons learned from this “unseen” Singapore. First, even though the government provides Singaporeans with shelter, not like in my country, there are still needs to fill. Second, it was really nice to have someone say ‚Äúthank you‚ÄĚ to me only because they had their meals on-time. One grandma even gave me a blessing: ‚ÄúGod bless you, abundantly!‚ÄĚ I feel lucky to have this new experience. It is great to make a difference in less than a day and have a mind opened to see an “unseen” in Singapore. The food delivered was cheaper than our regular food, but the “thank-you” was beyond worthy.

Selamat Memilih Indonesia

Saya, mungkin juga seperti kebanyakan orang, bingung mau pilih siapa untuk pemilihan legislatif nanti.
Jujur saja,¬†selama¬†1,5 tahun¬†lalu¬†bolak¬†balik¬†gedung¬†kuning¬†membuat¬†saya “enek” melihat¬†tingkah¬†laku¬†mereka. Ada yang marah-marah¬†tapi¬†manis¬†di¬†belakang,¬†asal¬†kalo¬†ada¬†perjalanan¬†dinas atau¬†workshop,¬†haha,¬†ups…jangan diboikot¬†ya…
Tapi saya pikir ini sudah menjadi rahasia umum, ada temen saya di daerah barat Indonesia yang selalu bete karena akhir pekannya sering terganggu dengan kedatangan si wakil rakyat.

Lalu, akankah¬†saya¬†memilih¬†nanti? Jawabnya, IYA… (gak kapok, Fen…?) Walaupun terus terang saya¬†tidak¬†tahu¬†siapa¬†yang akan¬†saya¬†pilih,¬†gak¬†ada¬†waktu¬†buat¬†liat¬†daftar¬†nama¬†caleg¬†di¬†tengah¬†akhir¬†semester yang tugas dan¬†reading materials udah¬†kayak tumpukan setrikaan.
Tapi, saya akan memilih, setidaknya saya tidak rela membiarkan satu suara saya menjadi suara golput yang malah menguntungkan pihak lain. Seperti yang terjadi di tahun 2014? Golput yang jadi pemenangnya.
Terus, saya¬†sedang¬†menikmati¬†proses partisipasi¬†publik¬†yang saat¬†ini¬†terjadi,¬†saya¬†memang¬†dengan¬†bangga¬†menyatakan¬†diri¬†saya¬†pendukung¬†Ridwan Kamil, ups situ nggak¬†bangga¬†punya¬†walikota¬†yang bisa¬†bahasa¬†enggreis¬†dan¬†lulusan¬†Berkeley (asli loh),¬†atau saya¬†pendukung¬†Bu Risma, dan saya¬†bangga¬†dengan¬†beberapa¬†walikota¬†terpilih¬†dari Makassar, Bogor yang¬†masih¬†muda¬†dan¬†bergaya. Setidaknya masih¬†ada¬†harapan¬†untuk¬†Indonesia di¬†tangan¬†mereka,¬†dan¬†mereka¬†dipilih¬†karena¬†publik¬†memilih.Saya iseng¬†berpikir¬†kalau¬†saya¬†milih¬†Gubernur Banten kemarin,¬†mungkin si¬†gubernur¬†yang sedang¬†kasus¬†korupsi tidak¬†akan¬†terpilih (hahahaha, mimpi¬†kali¬†ya).¬†Jadi suara saya¬†dan suara Anda sangat menentukan….

Buat saya,¬†nanti¬†saya¬†mau¬†milih¬†Presiden yang merevisi¬†jumlah¬†hari¬†libur¬†(edunnn, ini¬†negara¬†liburnya¬†banyak¬†banget,¬†haha)¬†mending dikonversi¬†ke¬†jatah¬†cuti hamil¬†jadi¬†4 bulan¬†gitu¬†(ups, saya¬†kan¬†gak¬†mau¬†hamil¬†lagi¬†ya….). Kalau si¬†kembar¬†saya kekeuh:¬†Mimi, pilih¬†… ya¬†yang ada¬†acaranya¬†di¬†TV (hahaha), tapi¬†pas tahu¬†DKI 1 maju¬†mereka¬†juga¬†mutar¬†haluan,¬†love you twins.

Rasanya terlalu¬†sayang¬†¬†satu¬†suara kita yang hanya¬†lima tahun¬†sekali¬†ini, kita lewatkan dan¬†kita¬†memilih¬†menjadi¬†golput, tidak¬†adil¬†kita¬†mencerca¬†negara¬†kita, tapi¬†kita¬†juga tidak¬†mau¬† berpartisipasi¬†memberikan¬†dukungan. Buat¬†saya, saat¬†ini¬†yang bisa¬†saya¬†lakukan¬†adalah¬†memberikan¬†suara¬†saya,¬†jadi…ayo memilih, Selamat Memilih Indonesia, untuk Indonesia yang lebih¬†baik.¬†Oh diskusi hawker stall (you¬†know who you are):

Being a leader, you don’t have to master in everything, the most important thing is you can choose a right person who is best to do things at the right position (tau kan¬†kepada¬†siapa dukungan suara¬†saya¬†:-))