I ❤️ Gojek

 Saya ini memang penggemar ojek, buat saya ojek adalah solusi tepat di saat kepepet, maklum rumah saya agak jauh, dan kadang2x suka macet gak puguh. Walaupun Sang Suami gak terlalu setuju kalau saya pake Ojek, ya gimana..Pop, time is priceless. 

Rasa jatuh cinta saya sama moda transportasi ini makin meningkat setelah saya berkenalan dengan gojek. Ini sih solusi banget, terutama dengan jenis layanannya yang beragam, dan menurut saya ya it connects the world, dia connecting the demand and the supply in simply way. Perhatiin deh dengan adanya go-massage, dia nyambungin kita sama si Mbok tukang pijet dengan satu kali tekan tombol..

Selanjutnya, saya yang penasaran dan agak sedikit kepo ini, bertanya mekanisme pengupahan mereka, mengingat ada gojek credit wallet yang jadi favorit saya. Ternyata, setelah dia selesai melaksanakan tugasnya, dia akan dikirimkan uangnya ke rekening ponsel dia.ini yang namanya keuangan inklusif, mendekatkan masyarakat dengan akses keuangan, jadi gojek2x saya ituh sekarang udah punya rekening ponsel, hebatt kan?

Tapi kalau boleh memberikan sedikit feedback  ya, selalu ada problem of success, nah aplikasi gojek ini suka gak stabil, apalagi di jam sibuk…mungkin itu yang harus ditingkatkan

Still, i love gojek, kayaknya ini bisa masuk case studynya HBR deh at least buat mata kuliah innovatioon (haiyaaaa)

Go Gojek…you bring the prosperity and simplicity (ini photophoto saya dengan layanan gojek)
  
    
   

Advertisements

Random Thought

Ini yaaa, mau ngumpulin segelintir orang, gak nyampe sepuluh orang, susah ajah pake banget, sampe buat pra ketemuan dan buat kepanitiaan. 

Nantikan edisi lengkap Jumat depan, jika ada yang terancam tidak bisa, memorandum terpaksa dilayangkan.

Manusiamanusia sok sibuk, susahnyah lebih susah dari reuni 100 orang…

  

New PlayGround

Karena anakanak saya main #instagram, saya pun iseng ngintip main instagram, tapiiii agar fokus, instagram saya dengan ID @fenny_karla khusus hanya untuk review makanan, hotel dan tourism lainnya yang saya pernah kunjungi. Biar bisa disponsori, anyhow seru juga lohhh ternyata…

Follow yaa mainan baru saya di Instagram (@fenny_karla); food is the things that can make you happy, and sinful food is your happy life, last, life without travel will give you an empty space.

Bon Jovi was in Jakarta

It’s my life It’s now or never

I ain’t gonna live forever

I just want to live while I’m alive

My heart is like an open highway

Like Frankie said

I did it my way

I just wanna live while I’m alive

It’s my life



Ikutan review ah, senengnya ya metode penjualan tiketnya gak pake ribet, gak pake nuker2x. Melakukan pembayaran via on-line, dan tiket dengan barcode  langsung dikirimkan ke email kita. Mengenai konsernya sendiri, jujur saja, suara Om Jon memang sudah tidak terlalu sebaik dulu, teriakannya juga gak kenceng, napas pendek, dan tata lampu serta screen yang menurut saya biasa, dibandingin One Direction yang keceh (maklum, konser terakhir yang saya tonton itu)…Dan saya sempat mengantuk di beberapa lagu awal yang bukan saya banget… 😀.

Nonton Bon Jovi bukan hanya sekedar pencarian kualitas dia dibandingkan 20 tahun lalu yang saya tonton di Ancol dengan harga tiket Rp 45.000,- Beyond that, it brought memories… Yup memories lagu-lagu Om Jon yang mewarnai hari-hari saya dulu, i play my part and you play your game, give love a bad name, oh-oh Living on The Prayer … Take my hand, and we’ll make it, I swear (Masih humming 😆). Walaupun, Never Say Good Bye dan Always gak dinyanyiin (ihiks). Tapi,  keriaan saya dan temen2x saya sudah dimulai dari  pesen kaos bareng (tapi malah gak sempet photo bareng), sampe loncatloncat pas lagu lawas diputer.


 Jadi, saya memang tdk berharap segarang 20 tahun lalu, wong waktu mau beli tiketnya, temen saya sempet becanda: “Ayo nonton, kalau ngikutin siklusnya, ya 20 tahun lagi dia gak akan buat konser lagi”  (ya, eyalah, secara udah 70 tahun nanti)

The memory was my main point, kalau boleh, ngambil katakatanya Om Jon…

when you have a song, that becomes  part of people’s lives, forever marking memories…

Thank you Om Jon and the Gank, you made my day


Rejeki….

Masih dari cerita edisi #gathering,  tempat saya bekerja itu..orangnya nanonano banget, istilahnya yang diurusin from strategic tissue to strategic issue.  Alkisah, salah satu puncak acara  adalah door prize…

Nah, sebagai “ibu suri”, saya pun berkeinginan agar doorprize ini jatuh ke orang yang tepat. Caranya disiapin dua fish bowl, jadi kalau saya mau ambil hadiah hiburan, saya ambil dari fish bowl A, tapi kalau hadiah grand dari yang B. Toh, orang gak akan ngeh ada 2 fish bowl dan saya kan yang mandu acara…

Di saat2x terakhir, request saya persempit lagi, saya memisahkan lagi kompartemen para dewa, bukannya apa-apa, mengetahui kegelimangan rejeki para dewa, sudah tentu personel mereka juga kecipratan (istilah isengnya yang dbawa pulang mereka jauh dari orang lain setingkat, pastinya). Sempet sih ada yang nanya vvip no 1 aja atau sampai orang 6? Semuanya atau bagaimana? Jawaban saya: SEMUA….

Nah, tepat 1 jam sebelum acara, ditemukan dua nama yg sama, dikira tim door prize, keketik dua nama karena kecapean, jadi dicoret..dan hampir dibuang.  Pas mau go-show, ditemukan  Nama sama itu, ternyata emang beda orang, namun yang satunya bagian dari vvip. Seharusnya satu masuk fish bowl A dan satunya fish bowl B. Hanya karena riweuh banget, temen saya sempet nanya, eh, bener gak ya masukinnya…Haiya, akhirnya ada yang nyeletuk, sudahlah kalau memang rejekinya, gak akan kemana…

Dan bener aja, ternyata sang pemenang motor Honda Revo itu memang… yang namanya tadinya sudah dicoret dan hampir dibuang…Masya Allah, rejeki emang gak akan kemana, kalau emang udah buat dia, pastinya ya Allah akan membukakan jalanNya, Amin, Allahumma Amin. God speed…

Seneng deh kalau hadiahnya memang jatuh ke orang yang tepat ❤️❤️❤️. Ini photo Pak Supir yang menang motor, katanya malam itu, dia sampai gak bisa tidur, sibuk telponin Istrinya dan bawahnya penampilan wilayah kerja terbaik….


Bali dalam 36 Jam

Siapa bilang ke Bali nggak bisa dalam 36 jam…? Ha-ha, I did it… (walaupun ketika tulisan ini dibuat, rekor saya untuk stay selama 24 jam di Bali sudah terpecahkan…)

Gini yaaa caranya, untuk 36 jam tapi beat the worth :). Ambil pesawat paling pagi, karena harganya yang murah….sampai langsung sewa mobil, dan pergilah untuk breakfast. Yup, Mak Beng Sanur bisa jadi pilihan (sarapan pagi berat)

Terus….,, menunggu waktu check in hotel, kita bisa shopping-shopping yaa…., Sampai waktu check in, masuk kamar dan mandi :). Siap-siap untuk early dinner and why don’t you have dinner in lovely Jimbaran.


  
  

Surely, You’ll Be Missed

Siapapun yang mengenalnya, pasti tahu bagaimana keriangan dan keceriaan yang dihadirkan oleh beliau, let me describe it with a sentencethere is no single minute without laughing if you talk to him….”

Asliii, lucu banget, dengan raut muka yang kadang gak bermaksud melucu tapi keluarnya pasti mampu membawa suasana jadi ceria. Menurut saya, beliau juga memiliki kecerdasan luar biasa, semua hal bisa dijadikan singkatan, lucu dan bener banget. Gak semua orang loh punya kemampuan mengingat sesuatu dengan menciptakan singkatan. Kalau dari psikologi kognitif, daya imajinasinya luar biasa…. Multitalenta juga, bisa nyanyi, saya ingat saya sempat minta testimony beliau untuk perpisahan bos2x saya. Yg masih saya ingat, cerita sound-nya mobil di USA yang disebutnya suara pasir (sigh, i could not remember it clearly 😟). Sangat extrovert, tapi pernah beliau mengirimkan pesan singkat, sekitar 4 tahun lalu, ketika dia sakit,dan jangan beritahu siapa2x, karena dia tidak mau orang lain cemas, dan  ada salah satu life event sahabatnya yang sangat dia nantikan….

Ah..pertemuan saya terakhir di bulan Juni, ketika menghadiri pesta pernikahan. Seperti biasa dia panggil saya..dan saya dan Mr. Suami juga menghampirinya. Dalam percakapan kami, boleh saya simpulkan kalau nggak ada satu kalimat pun tanpa tawa, dia pun mengemukakan istilah Sunda halus ke saya “someah”. Yang membuat saya dan suami harus cari tahu artinya….

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Selamat jalan Pak Yopie, semoga khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, kabar itu begitu mendadak, yang membuat saya dan Mr. Suami juga kaget. (Jangan salah, karena hangatnya beliau, sampai Mr. Suami merasa sangat dekat). Surely, your presence will be missed …