My 1st survival kit: Sepatu :)

Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang tidak membedakan gender, jadi jangan salah Saudara-Saudara kalau bertemu saya dengan gerundelan files atau barang di tangan. Belajar dari pengalaman terutama ketika mendampingi DGS, saya menyadari bahwa first survival kit adalah sepatu. Kenapa?

Penting banget buat pertama, lari-lari, misalnya turun melesat di pesawat, kita kan duduk di ekonomi ya, dan harus secepat kilat lari saat pesawat landing, juga kalau dikejarkejar nyamuk pers, whuiiii. Kedua, saya ini gak percaya diri dan berasa “bodoh” kalau tidak menggunakan heels, give me 7cm of heels and it boosts my confidence. Ketiga, kaki saya ini agak sedikit kampungan, gampang banget bow lecet *tetot*
Nah, karena alasan tersebut, tidak dinyana, baru lima bulan bekerja di pos baru, saya sudah membeli 9 pasang sepatu *pingsan*. Maafkan aku ya Pop ;). Ini urutannya:
Cuman 7, yang 2nya ketinggalan di kantor 😛
  1. Waktu dinas  dan transit pertama kali, CnK is a must, sayangnya sepatu ini ternyata kurang bisa diajak lari. Nggak lecet sih, tapi kalau lari keplokkeplok.
  2. Waktu dinas ke Bali, lupa bawa sepatu flat padahal ada social activitiesnya. Beli lah satu flat,  dengan harga ekonomis 😉
  3. Ini hadiah dari ukmiers, hehehe, makasih ya, request saya untuk menemani baju biru, dan tetap bisa dibawa larilari.
  4. Abis seminar di Hotel Borobudur, ternyata sepatu saya gak enakeun! Saya beli lagi deh itu CnK.
  5. Ini cerita lucu banget, Ibu DeGe mau naik sepeda di Bandung, karena saya niatnya ke Bandung hanya dines, saya nggak bawa apaapa. Akhirnya demi tugas, head to toe saya berkubang di Trunojoyo, untung ada yang cocok dan lagi diskon 🙂
  6. Waktu mau dinas di Ambon. Pusing kan nyari sepatu yang bisa dipake di atas kapal, dibawa ke pedesaan yang jalannya berkerikil dan panasnya ampun, tapi fit juga di kantor gubernur dan kampus. Akhirnya VNC menjadi jawaban.
  7. Pas lunchy di Plaza Indonesia ada merek baru, namanya heatwave, modelnya lucu dan ada diskon (halah diskon jadi alasan).
  8. Nggak ke Jepang kalau gak beli sepatu, asli ya kalo ke Jepang harus beli sepatu yang made in japan. Sepatunya enak banget dipake, bisa lari dengan tetap heels tinggi. Contohnya waktu dikejar2x wartawan uighhh saya bisa lari cepat, dan tadi karena GIA telat, saya maksa steward untuk nyosor turun pertama dan sukseus.
  9. Nyobain sepatu muji endeussss, enak banget, dan nemuin di Narita, muji to go. Jadi capcus-bungkus dan pembelian dilakukan bukan berdasarkan model tapi ukuran, dan ambil, bayar, langsung boarding 😛
Gila ya, 5 bulan 9 pasang, tutup mata. Janji  gak beli lagi, mungkin it’s part of releasing stress sih, hehehehee, lihat deh stories pembeliannya pasti abis adrenalin meninggi apalagi kalo abis d “sapa”.
Yang jelas seperti kata pepatah you will never have enough shoes, mau beli lagi? Tentu tidak, kecuali kalau ke *twinktwink* 😛
Advertisements