Google Drive and DropBox

Lagi enek sama kampanye yang makin aneh-aneh, saya iseng banget untuk menyatakan kekaguman saya sama dua aplikasi di atas. Hahaha, gak penting ya…

Tapi ini beberapa hal yang saya suka ya:

1. Sinkronisasi dengan Explorer yang menurut saya sangat penting, jadi kita kayak kerja di folder biasa kita aja, terus buka filenya dan save, baru pas ada koneksi ke internet, filenya terupdate dengan file terakhir yang kita modifikasi. Jadi nggak perlu lagi tuh log-in dulu ke websitenya, unduh dan lain sebagainya (buat saya yang praktis dan sering lupa password tentunya sangat membantu)

2. Sharing folder, ini juga keren bingits, saya biasanya kerja bareng tim, dan daripada kirim-kiriman email dan musti unggah-unduh, mending disini deh, jadi kita langsung bisa update dan tahu terakhir update darimana, tinggal buka dan baca lagi.

3. Oh ya….kalo dropbox juga ada notifikasinya kalo ada file-file baru yang diupdate, kalo google drive nggak…, keren kan…tapi google punya fitur google calendar yang bisa sync sama gadget kita juga.

4. Terakhir, jadi nggak makan memory kita, kan semuanya disimpan di cloud, google dan dropbox ūüėÄ

Saya benar-benar termanjakan dengan teknologi ya…kalau Anda? ūüėõ

 

 

postingan gak penting

Screen Shot 2014-02-16 at 12.21.16 pm

Ini postingan emang nggak penting¬†sangat, hanya karena ada dua case studies yang akan dibahas besok, dan juga ada assignment yang duenya besok juga. Belum lagi reading material buat besok juga. Ditambah kerjaan yang belum tersentuh sama sekali, kenapa….?

Karena madam satu ini adalah madam yang adrenalinnya baru akan berfungsi dengan baik kalau sudah tenggat waktu terakhir. Hehehe, tapi mayan sih, yang assignment itu udah setengahnya, dua studi kasus juga udah saya baca, tinggal memperlancar biasanya. Tapi, saya belum puas sama tugas saya, masih perlu sentuhan lagi. Halahhhh. Anyway, I like case studies, kayaknya yang membedakan sama sekolah saya dulu, hehehe. Dan kalau udah biasa sama case study dari Harvard, case study lainnya berasa kering banget. Lalu…? saya juga ikutan buat case study loh, ituh pemisahan fungsi pengawasan Bank di Indonesia. Udah ah, postingan ini sangat tidak penting. Have a nice Sunday everyone, and have nice reading and assignment for my self. Semangat’45 harus membara, saya harus menghibur diri dengan Mc Donalds. Loh….salah ya, hehehehe…, padahal lagi pengen banget makan Mexican Food….yah sudah nachos fillet o fish is fine..

mengelola …

 

Stress-Management-Pic-201x300Postingan ini mulai, ketika awalnya di kantin kemarin, teman saya dari ekonomi raksasa di Asia Timur…mendekati saya dan ngajak minum kopi bareng, terus dia bilang, “saya sedang bertensi tinggi nih, kamu lagi apa? Saya: “sedang belajar econ (eaaaaa).” Dia bilang,”kok kamu nggak pernah keliatan stres sih, sepertinya kamu bisa menghandle semuanya.” Saya tersenyum dan bilang,”kamu nggak tahu aja.” Malamnya, temen saya dari salah satu negara Afsel datang ke unit saya dan kita membicarakan perilaku salah seorang teman yang sudah sangat tidak menyenangkan dan tidak hanya di satu kuliah saja.

Di sini sudah ada temen saya yang kembali ke negaranya karena depresi. Pastinya, di minggu2x terakhir ini, ketika sebagian nilai sudah dibagikan dan saat menunggu ujian dimulai, semua pada tegangan tinggi dan sumbu pendek. Buat yang gak punya ujian, nilai sudah dibagikan, artinya mereka sudah tahu nilai akhirnya. Buat seperti saya, yang memilih ujian, artinya saya masih menggantungkan harapan dengan ujian itu, dan amin, saya ikut ujian, karena menggantungkan nilai dari paper saja buat yang Inggris bukan native, sungguh sangat berat.

Kembali ke masalah mengelola lima huruf itu…., saya juga mengalaminya, haiyaaa. Saya ditegur dan dibilang plagiarize hanya karena saya gak pake tanda kutip. Hadeuhhhhh…padahal saya cite resourcenya. Tanda kutip yang membawa maksiat. Makanya, saya sebel sama orang yang tidak memenuhi tenggat waktu. Heuhhhh, kita udah gak tidur dan gak mandi dua hari dua malem, ¬†deadline udah diumumin dari kapan tahun, masih aja ada yang coba nego sama dosennya.. Halllloooooo, saya juga tipe last minutes person, tapi saya komit untuk menyerahkan hasilnya on-time, walaupun kalau deadline jam 11.59, ya kemarin saya gunakan batas maksimal 11.55 (hehehe, 5 menit berharga untuk cuman benerin koma dan titik koma).-itu aja masih ada yang miss #do’a

Tapi kemudian saya berpikir kalo saya terus pada situasi terpuruk malah gak produktif kan, jadi…saya coba mendulang emas dari tempat lain. Nah, satu hal yang saya temukan sangat obvious dan kalau saya lanjut sekolah ¬†saya sampe udah nemu topiknya ūüôā Pengaruh job security terhadap jiwa kompetitif + perilaku stres….At the end, grup saya ini adalah 39 orang dengan tingkatan mid level career (meskipun ada yang resign dr tempat kerjanya, mereka masih bisa kembali). Nah, situasi job security ini ternyata emang ngaruh banget…., karena kalau kita udah mati2x-an dan hasilnya kurang sesuai dengan mati2xan itu, kita semua liat2xan dan saling berkata, “Ah, setidaknya begitu program ini selesai, kita pulang dan masih bisa duduk di meja masing2x. Demikian juga saya, yang sudah ngetek tempat di departemen tiga huruf itu, dan toh masa saya ke jenjang berikutnya masih 3 tahun lagi, itu juga kalau lancar :). Ternyata buat yang ¬†tidak/belum bekerja, situasi ini sangat berpengaruh membawa ke perilaku stres yang lebih tinggi.

Jadi kalau dibilang saya nggak stres? Salah besar…..semua orang pasti pada posisi yang sama, hanya bergantung pada bagaimana mengelolanya dan yang terpenting bagaimana mengelola harapan, be realistic (ekspektasi tinggi yang kadang buat jatuhnya lebih sakit….)

Don’t aim for the result, enjoy the learning moment…..Take time to appreciate every day, because years will be gone before you know it.¬†

Mandi dulu yaa…. (ups, artinya :P)

mengambil risiko

Don‚Äôt listen to those who say ‚Äėyou are taking too big ¬†chance.‚Äô Michelangelo would have painted the Sistine floor, and it would surely be rubbed out by today. I firmly believe that if you follow a path that interests you, with the strength of conviction that you can move others by your own efforts‚ÄĒand do not make success or failure the criteria by which you live‚ÄĒthe chances are you‚Äôll be a person worthy of your own respects. ‚ÄstNeil Simon

Menyambung posting saya¬†sebelumnya…,¬†banyak¬†yang mempertanyakan kenapa¬†saya¬†mau¬†ambil risiko¬†ketika¬†saya pergi sekolah… Alhamdulillah saya¬†dapat fasilitas¬†dari¬†sekolah¬†saya, tapi¬†untuk¬†urusan¬†dengan¬†kantor¬†saya¬†sendiri¬†bukan¬†hal¬†yang mudah. Banyak hal¬†yang tidak seindah¬†teman2x lain yang mendapatkan¬†kesempatan sekolah¬†LN :). Tapi ya¬†sudahlah…. (lima bulan¬†yang ternyata¬†sangat menentukan)

Berbicara mengenai risiko, saya¬†tahu banyak¬†risiko¬†yang saya¬†ambil,¬†tapi¬†kesempatan¬†kan¬†tidak¬†datang dua¬†kali¬†ya..Kesempatan¬†yang diberikan NUS juga¬†tidak¬†bisa¬†ditunda sampai¬†tahun¬†depan, dan saat¬†itu…saya sudah¬†pada¬†titik¬†kulminasi tertinggi,¬†bahwa¬†saya¬†harus¬†pergi¬†dan sekolah (alasannya kenapa, nggak bisa¬†saya¬†tulis ūüôā )

Dan kemudian,¬†ketika¬†saya¬†disini¬†dan¬†mingle dengan¬†beberapa¬†teman,¬†saya¬†harus¬†angkat¬†topi¬†buat¬†mereka. Yang saya¬†tulis¬†adalah¬†beberapa¬†yang menonjol,¬†dan¬†kejadian¬†sejenis ternyata banyak. Ada teman saya¬†dari¬†negara dengan¬†ekonomi¬†terbesar¬†di Asia Selatan, dan¬†mendapatkan¬†scheme beasiswa¬†yang sama¬†dengan¬†saya, ¬†dia cerita¬†bahwa¬†dia¬†terpaksa¬†resign dari¬†kantornya,¬†karena¬†kantornya¬†tidak¬†memberikan¬†dia¬†ijin¬†sekolah¬†sampai¬†hari¬† ¬† ¬† ¬†terakhir dia¬†harus¬†pergi. Suami dengan¬†satu¬†anak,¬†dan¬†saya¬†bilang¬†sama dia:¬†aihhh,¬†kalau saya¬†jadi¬†kamu¬†saya¬†tidak¬†mau¬†berkorban sebegitu¬†besarnya. Kebayang kan¬†bagaimana dia¬†menghidupi keluarganya…

Ada teman¬†saya¬†lagi, wanita,¬†dari¬†Asia Timur, dia¬†pegawai¬†negeri, dan¬†dia¬†juga¬†bilang¬†bahwa¬†dia¬†harus¬†resign, karena di¬†negara¬†dia,¬†tidak¬†biasa untuk¬†pegawai¬†negeri¬†melanjutkan¬†studi¬†S2. Saya: ups….Malam ini ketika¬†barbeque nite,¬†saya¬†ngobrol dengan¬†sesama¬†teman¬†dari¬†bank sentral¬†dari¬†negara¬†lain, dan¬†istrinya baru saja¬†resign karena¬†menemani¬†dia¬†sekolah¬†disini. Pertanyaan saya: kan¬†tapi¬†kamu¬†selesai sekolah¬†balik ke¬†sana dan¬†kerja¬†lagi disana?¬†. Jawaban dia:¬†it might be. Dia bilang¬†saat¬†ini¬†dia¬†on-leave dan¬†kalau¬†ada¬†kesempatan¬†yang lebih¬†baik¬†kenapa¬†tidak.

Saya belajar¬†banyak¬†dari¬†mereka,¬†bahwa¬†ketika¬†kita sudah¬†tau apa¬†jalan¬†yang akan kita¬†ambil,¬†dan¬†yakin,¬†risiko¬†apapun¬†harus¬†kita¬†jalani,¬†unless you choose to do great things with it, it makes no difference how much you are rewarded, or how much power you have. ‚ÄstOprah Winfrey

Hidup itu Kompromi

Ketika wacana saya untuk sekolah merupakan kondisi yang tidak bisa ditawar, bukan apaapa, tapi di institusi tempat saya bekerja, bergelar Master hukumnya lebih tinggi dari sunah, hampir wajib mungkin. Tentunya setelah berdiskusi dengan mantan pacar, ada beberapa hal yang harus saya pertimbangkan.

Pertama, suami¬†saya¬†tidak¬†mungkin¬†ikut,¬†iyalah¬†dapat¬†ijin dari¬†dia¬†aja¬†sudah¬†Alhamdulillah, ¬†saya¬†tidak¬†mau¬†mengganggu¬†karir¬†dia,¬†dia¬†kan¬†pemimpin keluarga. Otomatis ini¬†mempengaruhi¬†pilihan sekolah¬†saya,¬†tentunya yang tidak¬†jauh¬†ūüôā dan¬†kemungkinan¬†besar¬†tidak¬†membawa¬†anak-anak.

Dengan kondisi¬†seperti¬†itu,otomatis¬†saya¬†memilih¬†yang dekat,¬†dan¬†untuk¬†pendidikan terbaik¬†di¬†Asia, NUS adalah¬†pilihan. Walaupun saya¬†sering ditanya¬†ngapain¬†sih¬†di¬†Singapore, deuhhhhh itu¬†kan¬†liburan¬†dan¬†banyak¬†lagi.. Dalam hati¬†saya¬†menjawab,¬†lalu¬†kenapa¬†bukan¬†Singapore, NUS adalah¬†urutan sekolah¬†nomor¬†8 di dunia, versi majalah¬†Times 2013, dan¬†sepertinya¬†dia¬†termasuk¬†universitas¬†yang diperhitungkan, ¬†kelemahan NUS (menurut yang nanya) adalah letaknya yang hanya 1,5 jam dari Jakarta, malah justru itu satu kelebihan buat saya. Dan alasan¬†pragmatisnya¬†mereka menyediakan¬†beasiswa¬†untuk¬†saya¬†ūüôā

Lalu, sekarang tinggal memilih course-nya. Jujur saja, kalau bicara hati, tentunya latar belakang saya sebagai sarjana psikologi dan Human Resources Analyst yang ingin saya kembangkan, tapi satu tahun terakhir ini saya sering hadir dalam rapat yang sering membuat saya bengong. Alasan saya sederhana, saya hanya ingin tahu logika berpikir dari ini semua, bukan muluk2x ingin menjadi ekonom handal. Ini ibarat metallica, hard core metal, saya gak mau bergaris keras ekonom, saya hanya ingin light, ya seperti Bon Jovi.

Sehingga saya¬†mencari¬†course yang ada¬†ekonominya, tapi¬†juga¬†melihat¬†dari¬†multidiscipline, otomatis¬†setelah¬†lihat¬†sana-sini,¬†public policy adalah¬†pilihan,¬†belajar¬†ekonomi¬†juga¬†implikasinya. Walaupun¬†edan,¬†saya¬†nggak¬†nyangka¬†load-nya kayak gini, dan¬†ternyata¬†saya¬†punya¬†masalah sama¬†otak saya¬†kalau¬†baca¬†valuation dan¬†hitung-hitungan¬†antah¬†berantah. Jika valuenya¬†adalah¬†minus, sedangkan¬†delta…alamak…kebayang gak sih,¬†bahasa¬†Indonesia aja¬†susah,¬†apalagi¬†bahasa¬†Inggris….Kalau dulu¬†kenal saya¬†yang gak¬†bisa¬†diem, sekarang¬†I spent most of my time by reading, and exercising…. #taraaaaaa

Jujur, saya jatuh cinta sama behavioral economics, suka aja…ketika psikologi yang sangat kualitatif dikuantitatifkan. Kebayang kan psikologi kognitif berubah menjadi Vg > Vt, maka .. ūüėõ

Lalu, pilihan¬†tahun¬†juga¬†adalah¬†kompromi¬†buat saya,¬†karena¬†keluarga¬†gak¬†ikut,¬†otomatis¬†dong, lebih cepat¬†lebih¬†baik. Dan ternyata¬†yaaa…. kemampuan¬†otak¬†sudah¬†sangat¬†menipis…..,¬† #inget umur..

So, here I am, struggling with new things…trying to gamble my appetite with numbers….rasanya pengen¬†lempar¬†sepatu¬†kalau¬†lihat¬†case2x membutuhkan¬†pemikiran tinggi¬†ini.otakku¬†tak sampai¬†kakak¬†ūüėÄ

I bear many scars, but I also carry with me moments that would not have happened if I had not dared to go beyond my limits.
‚Äď Paulo Coelho

Continue reading