Horeee… Jakarta Punya MRT (2019)

Setelah sekian lama rame dibahas di WA Group , akhirnya…20 April kemarin, kami dapat kesempatan juga buat ngunjungin MRT Site, yang katanya 16m di bawah tanah..Awalnya ragu, mau ikutan apa nggak, tapi karena siang hari dan hanya 2,5 jam…apalagi pas ada teaser kalau kita akan jadi rombongan pertama pasca pemilihan Gub DKI (membuktikan, siapapun Gub-nya, proyek pembangunan Insya Allah berjalan lancar); ada teaser lagi… siap-siap dada berdegup kencang, saking bangganya Jakarta akan punya MRT… Baiklah, kayaknya kesempatan ini gak mungkin saya lewatkan … To some reason meeting this bunch of people always brings positive energy

Dan…., here we are…meeting point kita di lobby Menara Nusantara, a nice chit chat and a good coffee are always great companion (sumpah, kopi di lobby Menara Nusantara itu enak banget…., hmmmhhhh, nulisnya sambil bayangin, tengkyuh Mbak Miki traktirannya). Chit chat seru update A di B, B di C.. sampai pemilihan kuliah anak, kesuksesan TimSes OKe-OCe, dan ada yang sengaja dateng dari Manilla, memang selalu menyenangkan….

Pas jam 1.30 kita naik ke lantai 21 untuk briefing…, dan datanglah Sang Direktur Operasional, yang makasih banget udah nemenin kita sesiang itu… You Go Gung…proud to be your friend, udah dibilangin sebagian niat kedatangan gue hari itu kan bukan hanya mau lihat site MRT, tapi mau ketemu Pak Direktur juga…. Pak Direktur pun menjelaskan konsep MRT: Moving Towards Better Jakarta (sumpah dijelasin aja, udah bangga banget). Pengalaman kita semua melihat MRT di negeri Singa belasan tahun yang lalu itu, ternyata akan terwujud di Jakarta pada tahun 2019. Lama ya….? dan kita yang terakhir dari The BIG 5, ASEAN Countries yang punya MRT. Tapi ya sudahlah, akhirnya mimpi yang belasan tahun lalu hanya bisa dibayangkan sekarang akan menjadi kenyataan. (I cross my finger for this karya anak bangsa, yang gak usahlah ya diganggu-ganggu info gak penting). Proses penyiapannya sudah berjalan 60%, termasuk penyiapan SDM-nya yang mengharuskan belajar ke negeri yang udah maju dengan MRT-nya… Oh iyah…saya baru tahu, kalau PT MRT ini adalah BUMD, prosesnya berjalan sudah sangat lama, tapi bergerak maju dan menjadi program prioritas Pemda DKI pada saat Jokowi jadi Gubernur. Proses groundbreakingnya dilakukan pada masa kepemimpinan Ahok, ketika seluruh kontrak dengan pihak kontraktor sudah ditandatangani pada tahun 2014. Tambahan info direksinya rata-rata angkatan 90-2000an dengan sebagian pekerja adalah Gen Millenials, can you imagine!!!

Selesai briefing singkat, kita menuju ke… site MRT-nya…caranya naik ke Jembatan Penyebrangan persis di depan Menara Nusantara, dan di tengahnya belok ke kanan untuk menuju site di kedalaman 16m. Di site ini kita harus ganti sepatu, pake rompi dan pake topi pengaman… Dan proses eksplorasi site MRT ini pun dimulai…, siap-siap turun tangga ya, dan nanti naik tangga lagi :P:

Panas gak di bawah tanah…? Banget, tapi saya gak sesek napas, mungkin karena saya terlalu bangga kalau Jakarta akan punya MRT… Menyaksikan proses penyiapannya di dalam tunnel membuat saya yakin mimpi ini akan segera menjadi kenyataan.

Saat ini kolaborasi dengan berbagai mitra juga sudah mulai dijalankan, salah satunya dengan PLN untuk menjamin pasokan listrik, dengan penyedia layanan seluler, biar gak mati gaya kalau di terowongan …dan even dengan mall sekitaran, wihhh nanti kayak di Scott Road, Kakak. Uts…, jangan salah nama-nama untuk di tiap stasiun juga menjadi bagian dari skema kerjasama…. (pengen namanya jadi salah satu stasiun…, kontak PT MRT ya, hehehe). Saya juga titip pesan,…nanti pembayarannya Non Tunai ya(utss…iyah katanya, tapi mau pake standar yang cepat….)

Let the pictures talk….sebagai warga negara Indonesia, saya bangga dan berharap mimpi kita semua akan terwujud…untuk yang terlibat dalam proses ini…. I pray for your success and health, selamat telah menjadi bagian dari sebuah sejarah!!!

There is no greater reward, than working from your heart, and making a difference in the world (Santana)

Memenuhi panggilanNya (2) Syarat Naik Haji Reguler

IMG_9996
ketika menunggu…yang Alhamdulillah gak pake lama

Sebenernya debat dalam diri saya buat daftar haji Reguler atau ONH sudah lama, dan apapun pilihan kita, semuanya menunggu dalam hitungan tahun. Terinspirasi dari temen saya yang pake Haji Reguler, saya dan Suami pun memutuskan untuk mencoba ambil yang Reguler. Tapi juga dengan rasa penasaran, pake ribet gak atau pake antri gak ya daftar di Kementerian Agamanya. Teman saya meyakinkan  bahwa gak pake ribet dan gak pake antri, masih ada tanda tanya pake macet gak ya (hehehe) Mengingat rumah saya kan daerah Tangerang, dan biasanya pasti macet 😀😀😀, tapi ya sudahlah…

Ini persiapan pendaftaran Haji yang harus dilakukan:

  1. Buka tabungan haji di Bank Syariah manapun ya, dan penuhi saldonya sampai dengan Rp 25jt/orang (lebihin Rp 100,000). Setelah mencapai 25jt, kontak AO kita dan tentukan jadwal kapan kita mau daftar ke Kementerian Agama untuk mendapatkan surat pengantar bukti lunas. Kindly noted, kalau surat pengantar ini hanya berlaku 5 (lima) hari, jadi proses saya yang sudah berjalan lama ini, terpaksa menunggu kapan saya bisa ke Kementerian Agamanya (kapan bisa cuti tepatnya, hahaha)
  2. Sambil buka tabungan sertakan fc KTP, fc KK, fc buku nikah, surat pernyataan (ini dari Bank kok), dan photo 4×6 (4 buah) serta 3×4 (4 buah). Buat wanita photonya memakai jilbab ya…
  3. Nah, setelah saya bisa menentukan hari, saya kontak AO di Bank Syariah, dan mereka pun dengan sigap menyiapkan satu set dokumen yang tinggal kita bawa.
  4. Selanjutnya cari kemana kita harus mendaftar Haji di wialayah tempat tinggal kita (ini yang membedakan dengan ONH Plus yang tinggal duduk dan Bironya yang datang) Karena saya tinggal di daerah Tangerang, Provinsi Banten, lokasi pendaftaran saya adalah di Kementerian Agama,  Prov Banten, Kota Tangerang, yang letaknya di depan RS Umum Kabupaten Tangerang. (Alhamdulillah, kesana gak pake macet :P)
  5. Tibalah saya di Kementerian Agama, dan bener kata temen saya, gak pake antri dan gak pake lama. Disamping satu set dokumen yang sudah disiapkan dari Bank kita hanya perlu menambahkan fc KTP, fc KK, fc Buku Akad Nikah dan Photo.
  6. Ini cerita lucunya, saya diminta photo sebanyak 20 buah, tentunya saya gak nyiapin, karena di persyaratan yang dikasih hanya perlu 4 buah. Untungnya…., saya sempet baca blog dan dibilangin kalau di tempat pendaftaran naik haji,  ada jasa layanan photo. Dan langsung saya bilang: bisa diphoto disini kan ya…? Jawaban si Ibu: disini udah gak ada lagi layanannya. Saya pun diam, dan berusaha ngajak suami cari tempat photo, tapi gak berapa lama……
  7. Dipanggil-lah suami saya…., dan kemudian diminta masuk ke ruangan untuk photo (saya: lah, katanya tadi udah gak ada layanan jasa photo, tapi ya sudahlah positive thinking)
  8. Selesai suami saya, kemudian giliran saya, untuk diphoto dan ambil sidik jari juga.
  9. Gak pake lama dari itu, kita dipanggil lagi dan diminta tanda tangan di lembaran yang sudah ada photo kita yang diprint di lembaran tersebut (catet ya diprint :))
  10. Udah gitu si Ibunya nanya: jadi mau gimana photonya…? Saya: pakai yang tadi aja Bu; Ibu: jadi dicetak disini?; Saya: iya; Ibu: 75000/orang ya Neng. Saya: baiklah, sambil masih tanda tanya. Temen saya bilang, sebenernya jumlah photo yang banyak itu, dibutuhkan pas kita mau berangkat Haji, dan bukan sekarang, makanya photonya harus disimpan, karena nanti akan dibutuhkan. Tapi, ya sudahlah, saya gak mau ambil pusing, gak ngantri aja udah buat saya kegirangan, apalagi gak perlu cari tempat photo lagi 🙂

Nah, to the most significant part: berapa lama ya Bu, nunggunya? Ibu: 14 tahun, Neng; Saya: wowwww, bukannya ada penambahan kuota dari lobby Pak Jokowi kemarin?  Ibu: iya, Neng, tadinya untuk Banten 20 tahun, sekarang sudah 14 tahun, tunggu aja ya Neng…

Alhamdulillah, hebat ya Presiden saya, lobbynya mampu menaikkan kuota haji Indonesia, God bless You, Pak Jokowi…(ini bukan tulisan politik, but can you imagine..what he has done to our hajj). Saya pun pulang dengan senyuman manis, bukan karena cuti, tapi karena prosesnya memang begitu mudah dan cepat, menepis kekhawatiran saya mengenai proses birokrasi yang panjang….Masalah menunggu, Insya Allah, proses pendaftaran dengan ONH Plus tetap kami berdua jalani,  yang jelas pakai proses manapun, semua  harus menunggu, seperti yang dibilang Allah tidak memanggil yang siap, tapi Dia memanggil yang terundang olehNya…. (Nuhun Allah) 

img_0009

Conversation with God

(A self note and self reflection)

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. ” (QS.Al-Baqarah, 2:155-156)

Entah apa yang terjadi di tahun 2015 ini, rasanya baru sebulan saja si whitey tabrakan, dengan hasil ganti rugi total loss. Alhamdulillah, saya memang begitu dimudahkan dalam pengurusan total loss ini, hanya berjarak 3 hari dari polis asuransi diterbitkan. Mungkin karena banyaknya kemudahan itu, Yang Maha Kuasa kembali memberikan ujianNya.

Entah apa yang terjadi, saya yang paling anti Rumah Sakit, bahkan anti ke dokter (saya adalah peminum obat-obatan tradisional). Pilek saya hajar pakai air lemon, air kunyit, batuk saya minum air jahe, dlsb. Saya hanya masuk RS ketika melahirkan, itu pun tanpa kamar operasi. Kadang, alam bawah sadar, suka mikir, gimana ya rasanya masuk RS dan ditengok #heughhh. Ya, saya kejengklik pada tanggal 9 Desember 2015, yang saya pikir hanya kejengklik biasa, dan membuat saya mau berdiri sendiri, tapi setelah saya lihat, ke bawah, posisi tulang angkle kanan saya  sudah keluar ke kiri dan menonjol, sementara telapak kaki saya sudah tidak berbentuk. Astaghfirullah, subhanallah, entah apa yang terjadi, yang jelas sepatu saya masih melekat manis di kaki saya, dengan heels yang menancap manis di pavinblock. Sering kan,kalau kita jalan, heels menancapnancap di pavinblock. Tapi, yang ada di pikiran saya adalah kejengklik biasa dan bukan dislokasi atau patah tulang. Apa saya terlalu gemuk ya? (FYI, sepatu itu sudah saya buang dengan sukseus).

Malam itu juga saya dibawa ke rumah sakit, iya ke rumah sakit, dan tepat pada waktu itu juga diputuskan untuk melakukan tindakan operasi. Iya, operasi, subhanallah, astaghfirullah, sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk operasi. Tidak pernah, saya pun langsung merengek meminta dibawa ke alternatif, entahlah apa namanya, Cimande, H. Naim, RajaSinga, atau apapun, rasanya  ada petir menyambar, tapi yaaa mau gimana lagi. There is always be first time for everything, but subhanallah a first time for surgery…(never crossed in my mind).

Saya pun hanya bisa pasrah mengikuti semua urutan pemeriksaan dan persiapan operasi, akhirnya saya minta obat tidur, bukan apaapa, saya memang sedang mengidap insomnia belakangan ini, susah tidur….

Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan, dan itulah pembelajaran utama saya. Saya yang sudah punya sejuta rencana, ke Yogya hari Jumat malam, jadi MC akhir tahun di museum, liburan Natal ke Bandung, bahkan sampai liburan Februari.., terpaksa mengigit jari, dan membiarkan semuanya menjadi rencana indah…

Saya yang biasa menjadi bola bekel pun, saat ini harus menjadi anak manis, duduk di kursi kantor, bahkan menggunakan kursi roda untuk naik-turun lift (ini memang agak drama, tapi daripada saya kenapa-napa kan). Saya yang biasanya harus dadah-dadah sama suami dan anakanak untuk dinas, sekarang pun jadi mendadahi mereka yang pergi ke Bandung untuk acara keluarga. Saya yang biasanya susah ngangkat telepon, kalau si kembar nelepon, sekarang kebalikannya, hahaha. Saya gak pernah loh, sepanjang sejarah karir, dimanapun berada, tidak masuk kantor selama 7 HK (pernah sih pas kawinan sama pas Papa meninggal ya kayaknya, artinya lebih dari 10 tahun lalu).

Above all, si kembarpun bahagia ketika saya ada di rumah full selama 5 hari kerja. Katanya belum pernah saya selama itu di rumah  tanpa bekerja (wahhhh, toyoran buat diri saya). Si kembar pun jadi teman bermain saya dan asisten saya, kata mereka, biasanya saya yang ngurus mereka, sekarang mereka mengurus saya (how sweet).

Masih banyak lagi pembelajaran saya, padahal selama beberapa bulan terakhir, saya sudah tidak meminta yang lain, selain keselamatan dan kesehatan untuk saya dan keluarga. Semua rasanya cukup, toh kami bisa hidup dengan cukup, bisa mensekolahkan anak, yaaa, kalau tahun depan harus sekolah yg lebih, ada caranya, bisa liburan juga. Semua, Alhamdulillah…, oleh karena itu, saya hanya minta sehat dan selamat. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan.

Tapi mungkin ini caranya Tuhan memberikan kesehatan untuk saya, saya disuruh merem aktivitas yang akhirakhir ini memang menyita waktu…., kecapean tepatnya. Masih terngiang katakata Ibu saya yang sering diucapkan ke adikadik saya: Kakak kamu itu terlalu rajin!!! Padahal sih, saya bukan kerajinan juga, tapi di institusi tempat saya kerja sekarang, tidak ada istilah hari libur. Kerjaa terus, dan  entah gimana, tempat saya itu juga yang kerja lemburnya menggila (ya naseeebbb)…

Berasa banget gak bisa kemanamana ya, tapi rasanya terlalu cengeng kalau saya menjadi  putus asa. Saya baru baca blog seorang Ibu yang membesarkan anaknya selama lima tahun dan memiliki cerebal palsy, dan juga berjuang melahirkan anaknya, sampai menghembuskan napas terakhir. Ada teman saya yang harus bedrest 3 bulan, Alhamdulillah waktu saya di rumah sakit pun hanya 3 malam, Rabu malam masuk dan Sabtu sudah disuruh pulang. Saya hanya tidak bisa lari dalam waktu dua bulan (Insya Allah, harus yakin bisa sembuh dua bulan).

Saya memang sedang hobi lari sekarang, sikh, jadi berhenti dulu sementara. Saya juga mulai mengatur makan, meninggalkan kopi kesukaan saya, makan telur dengan kuningnya, makan tomat direbus, makan brokoli sepiring, dan minum susu (haiyaa). Pagi-pagi makan brokoli dan telur sambil membayangkan indomie pedas 😄, atau makan sereal dengan susu dan buah, sambil membayangkan sate padang. Saya memang menjaga makan sekali sekarang, malah kalau di kantor, InsyaAllah saya puasa, stop coklat, bayam, teh hijau, gorengan, ayam, pisang, es krim, air es, susu kedelai, anggur, yang katanya menghambat penyerapan kalsium dan proses penyembuhan patah tulang (Lebay, tapi saya ingin segera pulih atas kehendak Allah tentunya). How are you coffee, I miss you deadly.

Saya juga baru 3 hari pindah ke posisi baru yang lama. Posisi ini memang sangat membutuhkan mobilitas tinggi, saya jadi gak enak sama Pak Bos, yang ngambil saya untuk lari, jadinya malah menghambat Beliau. I don’t know what will happen next, tapi ya mungkin memang bukan rejekinya…

Kalau kata orang, sakit itu penggugur dosa, ya mungkin, ini jawaban dari pertanyaan saya selama ini….

Yang jelas, saya belajar banyak, saya sabar dan iklas, waktu yang biasanya terasa cepat berlalu, menjadi lama hanya untuk menghitung 2mg-4 mg dst. But, at least i got my sleeping mode on again, ada loh masa yang saya hanya bisa tidur 3 jam.

Oh iya, sejujurnya saya memang sangat introvert, saya tidak memberi tahu siapapun, walaupun pada tahu juga akhirnya. Abisnya gimana, saya adalah orang yang terbiasa pulang pergi naik ojek, ehhh, jatuhnya malah di lobby yang seemprit. Alhamdulillah, bukan kecelakaan parah yaa…

Alhamdulillah ya Allah, saya masih diberi kesempatan menerima ujianmu. La hawla wala quwwata illa billah.

Mungkin ini quote yang tepat saat ini, karena kalau dilihat jatuhnya saya hanya dari teras 20cm, namun saya memang pake heels (oh iya, sekarang saya juga lagi bye-bye heels, dan menerima lungsuran flat baru)

Conversation with God
Conversation with God

Bon Jovi was in Jakarta

It’s my life It’s now or never

I ain’t gonna live forever

I just want to live while I’m alive

My heart is like an open highway

Like Frankie said

I did it my way

I just wanna live while I’m alive

It’s my life



Ikutan review ah, senengnya ya metode penjualan tiketnya gak pake ribet, gak pake nuker2x. Melakukan pembayaran via on-line, dan tiket dengan barcode  langsung dikirimkan ke email kita. Mengenai konsernya sendiri, jujur saja, suara Om Jon memang sudah tidak terlalu sebaik dulu, teriakannya juga gak kenceng, napas pendek, dan tata lampu serta screen yang menurut saya biasa, dibandingin One Direction yang keceh (maklum, konser terakhir yang saya tonton itu)…Dan saya sempat mengantuk di beberapa lagu awal yang bukan saya banget… 😀.

Nonton Bon Jovi bukan hanya sekedar pencarian kualitas dia dibandingkan 20 tahun lalu yang saya tonton di Ancol dengan harga tiket Rp 45.000,- Beyond that, it brought memories… Yup memories lagu-lagu Om Jon yang mewarnai hari-hari saya dulu, i play my part and you play your game, give love a bad name, oh-oh Living on The Prayer … Take my hand, and we’ll make it, I swear (Masih humming 😆). Walaupun, Never Say Good Bye dan Always gak dinyanyiin (ihiks). Tapi,  keriaan saya dan temen2x saya sudah dimulai dari  pesen kaos bareng (tapi malah gak sempet photo bareng), sampe loncatloncat pas lagu lawas diputer.


 Jadi, saya memang tdk berharap segarang 20 tahun lalu, wong waktu mau beli tiketnya, temen saya sempet becanda: “Ayo nonton, kalau ngikutin siklusnya, ya 20 tahun lagi dia gak akan buat konser lagi”  (ya, eyalah, secara udah 70 tahun nanti)

The memory was my main point, kalau boleh, ngambil katakatanya Om Jon…

when you have a song, that becomes  part of people’s lives, forever marking memories…

Thank you Om Jon and the Gank, you made my day


Rejeki….

Masih dari cerita edisi #gathering,  tempat saya bekerja itu..orangnya nanonano banget, istilahnya yang diurusin from strategic tissue to strategic issue.  Alkisah, salah satu puncak acara  adalah door prize…

Nah, sebagai “ibu suri”, saya pun berkeinginan agar doorprize ini jatuh ke orang yang tepat. Caranya disiapin dua fish bowl, jadi kalau saya mau ambil hadiah hiburan, saya ambil dari fish bowl A, tapi kalau hadiah grand dari yang B. Toh, orang gak akan ngeh ada 2 fish bowl dan saya kan yang mandu acara…

Di saat2x terakhir, request saya persempit lagi, saya memisahkan lagi kompartemen para dewa, bukannya apa-apa, mengetahui kegelimangan rejeki para dewa, sudah tentu personel mereka juga kecipratan (istilah isengnya yang dbawa pulang mereka jauh dari orang lain setingkat, pastinya). Sempet sih ada yang nanya vvip no 1 aja atau sampai orang 6? Semuanya atau bagaimana? Jawaban saya: SEMUA….

Nah, tepat 1 jam sebelum acara, ditemukan dua nama yg sama, dikira tim door prize, keketik dua nama karena kecapean, jadi dicoret..dan hampir dibuang.  Pas mau go-show, ditemukan  Nama sama itu, ternyata emang beda orang, namun yang satunya bagian dari vvip. Seharusnya satu masuk fish bowl A dan satunya fish bowl B. Hanya karena riweuh banget, temen saya sempet nanya, eh, bener gak ya masukinnya…Haiya, akhirnya ada yang nyeletuk, sudahlah kalau memang rejekinya, gak akan kemana…

Dan bener aja, ternyata sang pemenang motor Honda Revo itu memang… yang namanya tadinya sudah dicoret dan hampir dibuang…Masya Allah, rejeki emang gak akan kemana, kalau emang udah buat dia, pastinya ya Allah akan membukakan jalanNya, Amin, Allahumma Amin. God speed…

Seneng deh kalau hadiahnya memang jatuh ke orang yang tepat ❤️❤️❤️. Ini photo Pak Supir yang menang motor, katanya malam itu, dia sampai gak bisa tidur, sibuk telponin Istrinya dan bawahnya penampilan wilayah kerja terbaik….


Bali dalam 36 Jam

Siapa bilang ke Bali nggak bisa dalam 36 jam…? Ha-ha, I did it… (walaupun ketika tulisan ini dibuat, rekor saya untuk stay selama 24 jam di Bali sudah terpecahkan…)

Gini yaaa caranya, untuk 36 jam tapi beat the worth :). Ambil pesawat paling pagi, karena harganya yang murah….sampai langsung sewa mobil, dan pergilah untuk breakfast. Yup, Mak Beng Sanur bisa jadi pilihan (sarapan pagi berat)

Terus….,, menunggu waktu check in hotel, kita bisa shopping-shopping yaa…., Sampai waktu check in, masuk kamar dan mandi :). Siap-siap untuk early dinner and why don’t you have dinner in lovely Jimbaran.


  
  

Surely, You’ll Be Missed

Siapapun yang mengenalnya, pasti tahu bagaimana keriangan dan keceriaan yang dihadirkan oleh beliau, let me describe it with a sentencethere is no single minute without laughing if you talk to him….”

Asliii, lucu banget, dengan raut muka yang kadang gak bermaksud melucu tapi keluarnya pasti mampu membawa suasana jadi ceria. Menurut saya, beliau juga memiliki kecerdasan luar biasa, semua hal bisa dijadikan singkatan, lucu dan bener banget. Gak semua orang loh punya kemampuan mengingat sesuatu dengan menciptakan singkatan. Kalau dari psikologi kognitif, daya imajinasinya luar biasa…. Multitalenta juga, bisa nyanyi, saya ingat saya sempat minta testimony beliau untuk perpisahan bos2x saya. Yg masih saya ingat, cerita sound-nya mobil di USA yang disebutnya suara pasir (sigh, i could not remember it clearly 😟). Sangat extrovert, tapi pernah beliau mengirimkan pesan singkat, sekitar 4 tahun lalu, ketika dia sakit,dan jangan beritahu siapa2x, karena dia tidak mau orang lain cemas, dan  ada salah satu life event sahabatnya yang sangat dia nantikan….

Ah..pertemuan saya terakhir di bulan Juni, ketika menghadiri pesta pernikahan. Seperti biasa dia panggil saya..dan saya dan Mr. Suami juga menghampirinya. Dalam percakapan kami, boleh saya simpulkan kalau nggak ada satu kalimat pun tanpa tawa, dia pun mengemukakan istilah Sunda halus ke saya “someah”. Yang membuat saya dan suami harus cari tahu artinya….

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Selamat jalan Pak Yopie, semoga khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, kabar itu begitu mendadak, yang membuat saya dan Mr. Suami juga kaget. (Jangan salah, karena hangatnya beliau, sampai Mr. Suami merasa sangat dekat). Surely, your presence will be missed …