First time using Air BnB (why not…?)

Liburan ke Bali kemarin membuat saya mencoba sesuatu yang baru, iyaaa… Air BnB. Jadi, awalnya, hotel yang saya pesan hanya 2 malam, dan ketika mau nambah hari udah fully booked. 

Saya pun gerilya nyari hotel dengan sibuk buka-buka #traveloka dan #tripadvisor. Tapi, karena hotel sebelumnya tipe apartemen, tentunya garing banget kalau saya pindah ke kamar yang gerak dan ruangnya terbatas.

Akhirnya #mamakirit ini memutuskan untuk instalasi Air BnB di HPnya, dan mulai mencari tipe idaman, tentunya dengan pertimbangan lokasi, pool, dannnn HARGA, hihihi. Ternyata banyak tipe pilihan (pesan saya cari beneran pilihan kita, misalnya saya akan pilih 1 full house, walaupun ada menu 1 room, shared dan apartment). Cukup mudah kok menggunakannya dan sebagai #lastminutes ternyata ada menu instant booking, dengan menggunakan CC atau paypal (sayang, saya udah lupa paypal saya).

Ini tips buat pengguna pemula kayak saya:

  1.  Tentukan pilihan yang sesuai ya…. Kayak saya bilang, saya akan pilih one full house.
  2. Baca hati-hati term and condition, karena banyak minimum 2 nights stay.
  3. Baca reviewnya yaaaa, termasuk lokasi, akses, dan fasilitas apa yang didapatkan, jangan lupa intip yang punya Air BnB.
  4. Untuk pemula, emang prosesnya agak ribet, pake scan ID segala, tapi kerenn.
  5. Terakhir, try to communicate with the owner….(it is a must). kemarin, saya gak terlalu banyak minta, karena hari terakhir dan konsep liburan saya sekarang leyeh-leyeh.

Trus terang saya ketagihan dan  jatuh cinta dengan Air BnB ini, apalagi anak2x saya juga udah semakin besar, tentunya saya butuh space yang lebih besar. Terus terang, rate saya kemarin itu, villa dengan dua kamar dan 1 private pool, jauh lebih murah dari sewa 2 kamar di hotel berbintang. Mau coba lagi? Why not…, at least I have more choice now

Oh iya satu lagi, ini salah satu ciri dari social media, digital economy, the mutual symbolism,, we have to give review,  in the other hands, they will review us as a guest as well, jadi be nice as a guest. Bukan gak mungkin loh, kalau kita merusak, atau melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan dan kita ditolak jadi guest berikut-berikutnya…Ini review buat saya…


Menarik kan? Ayo, kemana lagi… #dilemparPopop 😋. Oh, iya biar saling menguntungkan pake link saya ini ya https://www.airbnb.com/c/fennyk55?s=8&user_id=82385767&ref_device_id=7060a5359e2db150f895b451ab6e89e006f96a16

Advertisements

Glamour Camping (“camping alaala”) #dusunbambu

Akhirnya…mencoba juga liburan kekinian, walaupun agak telat juga sih…, tapi sayapun memaksa sang suami untuk mencoba camping alaala di #dusunbambu yang ngeheits itu di hari ketiga Lebaran. Mumpung ada waktu, why not, ya kan? Dan, jangan salah reservasi sudah saya lakukan di bulan Mei, penuh banget.

Jadi, Dusun Bambu adalah tempat wisata di Lembang yang punya fasilitas cottage dan camping, walaupun yaa…banyak banget juga pengunjung yang dateng buat photo kekinian disana, emang indah sih, dengan biaya masuk Rp 20.000,-, banyak banget spot instagramable.

Gak salah, kalau dari jam 8 pagi, orang udah seabrek disana, buat hanya photophoto. Singkat cerita, saya ber4 pun nyampe sana sekitar jam 2 siang, sebenernya posisi parkir disana penuh banget, tapi kerennya pelayanan disana, kita tinggal bilang kita mau nginep atas nama Saya, dan langsung dibolehin masuk, dan di pertigaan langsung dijemput sama motor, dan dipandu ke tenda camping saya.

Dusun bambu punya 11 fasilitas camping, dan 2 yang double. Masing-masing ada halaman parkirnya, kamar mandi di sitenya, dilengkapi dengan api unggun dan fasilitas barbeque yang free. (Menyenangkan bukan, it was quite nice experience).


Oh iya, ada juga tempat ngumpul-ngumpul sekedar main kartu di halaman luarnya. Tendanya lumayan gede, bisa banget buat berempat, selain  buat tidur ada juga tempat buat makan-minum (psstt, ada telepon dan pemanas air loh, namanya juga glamour camping)

Yang saya lakukan adalah, main2x sama anak2x di tempat permainannya (ini beli karcis lagi ya), dan main di sungai mungilnya, terus makan malam di Pasar Khatulistiwa, gak lupa photo2x di Lutung Kasarung yang ngeheitssss ituh…Oh iya, di Pasar Khatulistiwa makannya pake voucher yang tidak bisa diuangkan lagi ya, dan sistemnya kayak foodcourt (jadi, jangan tuker kebanyakan, pecahannya mulai dari 2500 kok).


Malemnya, nah, api unggun dan barbeque jadi aktivitas utama.


Yang paling saya suka dari semua aktivitasnya, adalah makan paginya, karena jumlah cottage dan camping sedikit, lokasi makan di Restoran Burangrang yang gede, ditambah mountain view dan makanan yang ok-lah, kita bisa lehaleha menikmati pemandangan sambil makan.


Overall,camping alaala ini harus dicoba, walaupun kasurnya yang keras (ada sleeping bag sih) dan udara malam yang sangat menusuk. Edunnn, dingin pisan euy, jadi pasukan saya besoknya pada masuk angin 😋, tapi ..saya emang pengen memberikan pengalaman baru buat kita berempat. Pesen saya kalau mau coba, gak ada salahnya bawa coat, dan peralatan musim dingin lainnya, pssstttt, jangan lupa bawa bekel barbeque-yaaa. Buat yang punya anak, deretan permainan di Dusun Bambu gak akan buat kita mati gaya, walaupun gak ada kolam renang (hehehe)

Ini alamat dusun bambunya: 

Jl. Kolonel Masturi KM 11, Situ Lembang, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Telp: (022) 82782020