Conversation with God

(A self note and self reflection)

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. ” (QS.Al-Baqarah, 2:155-156)

Entah apa yang terjadi di tahun 2015 ini, rasanya baru sebulan saja si whitey tabrakan, dengan hasil ganti rugi total loss. Alhamdulillah, saya memang begitu dimudahkan dalam pengurusan total loss ini, hanya berjarak 3 hari dari polis asuransi diterbitkan. Mungkin karena banyaknya kemudahan itu, Yang Maha Kuasa kembali memberikan ujianNya.

Entah apa yang terjadi, saya yang paling anti Rumah Sakit, bahkan anti ke dokter (saya adalah peminum obat-obatan tradisional). Pilek saya hajar pakai air lemon, air kunyit, batuk saya minum air jahe, dlsb. Saya hanya masuk RS ketika melahirkan, itu pun tanpa kamar operasi. Kadang, alam bawah sadar, suka mikir, gimana ya rasanya masuk RS dan ditengok #heughhh. Ya, saya kejengklik pada tanggal 9 Desember 2015, yang saya pikir hanya kejengklik biasa, dan membuat saya mau berdiri sendiri, tapi setelah saya lihat, ke bawah, posisi tulang angkle kanan saya  sudah keluar ke kiri dan menonjol, sementara telapak kaki saya sudah tidak berbentuk. Astaghfirullah, subhanallah, entah apa yang terjadi, yang jelas sepatu saya masih melekat manis di kaki saya, dengan heels yang menancap manis di pavinblock. Sering kan,kalau kita jalan, heels menancapnancap di pavinblock. Tapi, yang ada di pikiran saya adalah kejengklik biasa dan bukan dislokasi atau patah tulang. Apa saya terlalu gemuk ya? (FYI, sepatu itu sudah saya buang dengan sukseus).

Malam itu juga saya dibawa ke rumah sakit, iya ke rumah sakit, dan tepat pada waktu itu juga diputuskan untuk melakukan tindakan operasi. Iya, operasi, subhanallah, astaghfirullah, sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk operasi. Tidak pernah, saya pun langsung merengek meminta dibawa ke alternatif, entahlah apa namanya, Cimande, H. Naim, RajaSinga, atau apapun, rasanya  ada petir menyambar, tapi yaaa mau gimana lagi. There is always be first time for everything, but subhanallah a first time for surgery…(never crossed in my mind).

Saya pun hanya bisa pasrah mengikuti semua urutan pemeriksaan dan persiapan operasi, akhirnya saya minta obat tidur, bukan apaapa, saya memang sedang mengidap insomnia belakangan ini, susah tidur….

Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan, dan itulah pembelajaran utama saya. Saya yang sudah punya sejuta rencana, ke Yogya hari Jumat malam, jadi MC akhir tahun di museum, liburan Natal ke Bandung, bahkan sampai liburan Februari.., terpaksa mengigit jari, dan membiarkan semuanya menjadi rencana indah…

Saya yang biasa menjadi bola bekel pun, saat ini harus menjadi anak manis, duduk di kursi kantor, bahkan menggunakan kursi roda untuk naik-turun lift (ini memang agak drama, tapi daripada saya kenapa-napa kan). Saya yang biasanya harus dadah-dadah sama suami dan anakanak untuk dinas, sekarang pun jadi mendadahi mereka yang pergi ke Bandung untuk acara keluarga. Saya yang biasanya susah ngangkat telepon, kalau si kembar nelepon, sekarang kebalikannya, hahaha. Saya gak pernah loh, sepanjang sejarah karir, dimanapun berada, tidak masuk kantor selama 7 HK (pernah sih pas kawinan sama pas Papa meninggal ya kayaknya, artinya lebih dari 10 tahun lalu).

Above all, si kembarpun bahagia ketika saya ada di rumah full selama 5 hari kerja. Katanya belum pernah saya selama itu di rumah  tanpa bekerja (wahhhh, toyoran buat diri saya). Si kembar pun jadi teman bermain saya dan asisten saya, kata mereka, biasanya saya yang ngurus mereka, sekarang mereka mengurus saya (how sweet).

Masih banyak lagi pembelajaran saya, padahal selama beberapa bulan terakhir, saya sudah tidak meminta yang lain, selain keselamatan dan kesehatan untuk saya dan keluarga. Semua rasanya cukup, toh kami bisa hidup dengan cukup, bisa mensekolahkan anak, yaaa, kalau tahun depan harus sekolah yg lebih, ada caranya, bisa liburan juga. Semua, Alhamdulillah…, oleh karena itu, saya hanya minta sehat dan selamat. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan.

Tapi mungkin ini caranya Tuhan memberikan kesehatan untuk saya, saya disuruh merem aktivitas yang akhirakhir ini memang menyita waktu…., kecapean tepatnya. Masih terngiang katakata Ibu saya yang sering diucapkan ke adikadik saya: Kakak kamu itu terlalu rajin!!! Padahal sih, saya bukan kerajinan juga, tapi di institusi tempat saya kerja sekarang, tidak ada istilah hari libur. Kerjaa terus, dan  entah gimana, tempat saya itu juga yang kerja lemburnya menggila (ya naseeebbb)…

Berasa banget gak bisa kemanamana ya, tapi rasanya terlalu cengeng kalau saya menjadi  putus asa. Saya baru baca blog seorang Ibu yang membesarkan anaknya selama lima tahun dan memiliki cerebal palsy, dan juga berjuang melahirkan anaknya, sampai menghembuskan napas terakhir. Ada teman saya yang harus bedrest 3 bulan, Alhamdulillah waktu saya di rumah sakit pun hanya 3 malam, Rabu malam masuk dan Sabtu sudah disuruh pulang. Saya hanya tidak bisa lari dalam waktu dua bulan (Insya Allah, harus yakin bisa sembuh dua bulan).

Saya memang sedang hobi lari sekarang, sikh, jadi berhenti dulu sementara. Saya juga mulai mengatur makan, meninggalkan kopi kesukaan saya, makan telur dengan kuningnya, makan tomat direbus, makan brokoli sepiring, dan minum susu (haiyaa). Pagi-pagi makan brokoli dan telur sambil membayangkan indomie pedas 😄, atau makan sereal dengan susu dan buah, sambil membayangkan sate padang. Saya memang menjaga makan sekali sekarang, malah kalau di kantor, InsyaAllah saya puasa, stop coklat, bayam, teh hijau, gorengan, ayam, pisang, es krim, air es, susu kedelai, anggur, yang katanya menghambat penyerapan kalsium dan proses penyembuhan patah tulang (Lebay, tapi saya ingin segera pulih atas kehendak Allah tentunya). How are you coffee, I miss you deadly.

Saya juga baru 3 hari pindah ke posisi baru yang lama. Posisi ini memang sangat membutuhkan mobilitas tinggi, saya jadi gak enak sama Pak Bos, yang ngambil saya untuk lari, jadinya malah menghambat Beliau. I don’t know what will happen next, tapi ya mungkin memang bukan rejekinya…

Kalau kata orang, sakit itu penggugur dosa, ya mungkin, ini jawaban dari pertanyaan saya selama ini….

Yang jelas, saya belajar banyak, saya sabar dan iklas, waktu yang biasanya terasa cepat berlalu, menjadi lama hanya untuk menghitung 2mg-4 mg dst. But, at least i got my sleeping mode on again, ada loh masa yang saya hanya bisa tidur 3 jam.

Oh iya, sejujurnya saya memang sangat introvert, saya tidak memberi tahu siapapun, walaupun pada tahu juga akhirnya. Abisnya gimana, saya adalah orang yang terbiasa pulang pergi naik ojek, ehhh, jatuhnya malah di lobby yang seemprit. Alhamdulillah, bukan kecelakaan parah yaa…

Alhamdulillah ya Allah, saya masih diberi kesempatan menerima ujianmu. La hawla wala quwwata illa billah.

Mungkin ini quote yang tepat saat ini, karena kalau dilihat jatuhnya saya hanya dari teras 20cm, namun saya memang pake heels (oh iya, sekarang saya juga lagi bye-bye heels, dan menerima lungsuran flat baru)

Conversation with God
Conversation with God
Advertisements