Surely, You’ll Be Missed

Siapapun yang mengenalnya, pasti tahu bagaimana keriangan dan keceriaan yang dihadirkan oleh beliau, let me describe it with a sentencethere is no single minute without laughing if you talk to him….”

Asliii, lucu banget, dengan raut muka yang kadang gak bermaksud melucu tapi keluarnya pasti mampu membawa suasana jadi ceria. Menurut saya, beliau juga memiliki kecerdasan luar biasa, semua hal bisa dijadikan singkatan, lucu dan bener banget. Gak semua orang loh punya kemampuan mengingat sesuatu dengan menciptakan singkatan. Kalau dari psikologi kognitif, daya imajinasinya luar biasa…. Multitalenta juga, bisa nyanyi, saya ingat saya sempat minta testimony beliau untuk perpisahan bos2x saya. Yg masih saya ingat, cerita sound-nya mobil di USA yang disebutnya suara pasir (sigh, i could not remember it clearly 😟). Sangat extrovert, tapi pernah beliau mengirimkan pesan singkat, sekitar 4 tahun lalu, ketika dia sakit,dan jangan beritahu siapa2x, karena dia tidak mau orang lain cemas, dan  ada salah satu life event sahabatnya yang sangat dia nantikan….

Ah..pertemuan saya terakhir di bulan Juni, ketika menghadiri pesta pernikahan. Seperti biasa dia panggil saya..dan saya dan Mr. Suami juga menghampirinya. Dalam percakapan kami, boleh saya simpulkan kalau nggak ada satu kalimat pun tanpa tawa, dia pun mengemukakan istilah Sunda halus ke saya “someah”. Yang membuat saya dan suami harus cari tahu artinya….

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Selamat jalan Pak Yopie, semoga khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, kabar itu begitu mendadak, yang membuat saya dan Mr. Suami juga kaget. (Jangan salah, karena hangatnya beliau, sampai Mr. Suami merasa sangat dekat). Surely, your presence will be missed …

Advertisements

Menjadi Laskar Pelangi

Welcome to Belitong
Welcome to Belitong
Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersukurlah pada yang kuasa

Cinta kita di dunia

Mengikuti liburan kekinian (sebenernya gak kekinian banget yaa, 2 tahun yang lalu iya, hihihi). Intinya saya berhasil membujuk Mr.Suami untuk menjadi Laskar Pelangi. Psst, bukan apaapa dia picky untuk liburan yang mengikuti kekinian.

Singkat kata, dengan alasan pembantu belum pulang, saya pun berniat cuti pasca libur lebaran yang 5 hari, dan semua pun diatur menggunakan jasa #Traveloka. Udah pernah nyoba pake jasa ini? Menyenangkan loh, kita bisa langsung dapet perbandingan harga penerbangan dan juga harga hotel. Kalau harga hotel saya sempat banding-bandingan dengan #Agoda dan lainnya (maklum ya Mak Irit,20 ribu ajah dikejar). Saya dapet penerbangan termurah Garuda  dengan jadwal paling lagi, dan pulang pake Sriwijaya. Sebenernya Garuda juga ada, hanya pengen yang pulangnya agak nyantai.

Baiklah, mendekati hari keberangkatan, jadwal annual meeting muncul, dan ijin cuti terancam batal. Win-win solutio dengan Pak Bos, waktu liburan dipersingkat, untung saya pilih pulang pake #Sriwijaya, jadi tiket bisa dire-route dengan biaya admin yang masih bersahabat. Untuk hotel, saya terpaksa cancel. Masukan buat #Traveloka ya, kurang fleksibel, jadi saya harus cancel semua perjalanan, dan gak bisa hanya ganti hari seperti Agoda. Selanjutnya, untuk pemesanan hotel saya telepon Aston (yang pas saya berangkat udah ganti nama jadi BW Suites), masih tersisa 2 kamar untuk tanggal yang saya mau, dengan harga corporate rate, Alhamdulillah masih sama dengan pesanan yang dulu. 

Ternyata wisata Belitung ini memang cukup 2 malam 3 hari aja, selebihnya kita bingung mau kemana lagi dan makan apa, (coba pemerintah, cik atuh) wisata kuliner juga ditingkatkan.

Tempat Shooting Sekolah Laskar Pelangi
Tempat Shooting Sekolah Laskar Pelangi
Hari pertama nyampe, langsung menuju Belitung Timur, dengan rute standar ya, Sekolah laskar pelangi, museum kata Andrea Hirata, rumah Ahok yang sekarang jadi rumah adiknya yang jadi Bupati Belitung Timur (penting banget kayaknya), makan siang seafood di RM. Fega, dan karena saya gak mau rugi saya minta mampir ke Vihara dan juga 2 pantai yang masih perawan banget. Asli perawan sampai kita bingung mau ngapain. Pulangnya nyampe hotel jam 5-an, udah males keluar lagi, tapi for sure a glass of Kopi Belitong was much more delicious than any Starbucks all over the world.

The Beautiful Beach
The Beautiful Beach
Hari kedua, saya sempet lari pagi menyusuri pantai belakang hotel, dan hari ini adalah highlight of the trip. Island hopping, indeed, it was really beautiful, clear water, white sand, and good food. Sayangnya fasilitas pelayanan publik gak bagus ya. Oh iya, rute standar kita ke pulau Batu, Pulau Pasir buat main sama Bintang Laut, Snorkeling, Pulau Lengkuas yang ada Mercusuar,  Pulau Kepayang buat makan siang.Di pulau Lengkuas, jangan lupa nyiapin Rp 5000 ya, buat naik ke atas mercusuar (yang saya gak bawa uang 😓).

Asyik, semua orang yang island hopping pasti makannya disitu dan menghadap pantai. Pulangnya… tentu ke pantai Tanjung Tinggi, tempat shooting Laskar Pelangi . Konon ini punyanya Tommy, seperti Pecatu-Dream Land di Bali. Tapi bener deh, gak dikelola dengan sempurna, jadi asa jorok. Malemnya bingung makan malam dimana, walhasil Mie Atep Belitong jadi pilihan lagi, ditambah Hok Lo Pan (martabak Bangka) sebagai penutup. Rasanya sih martabak pinggir jalan ya, tapi yang jual seBelitong hanya 2 dan nunggu sampai 1 jam. Padahal kalo di Jakarta mah, ada di tiap pengkolan.

Rumah Adat Belitong
Rumah Adat Belitong
Besoknya,Mak Irit harus pulang duluan, karena tugas sudah melambai-lambai (haiyaa). Tapi d twins dan Mr. Suami sempet singgah ke Rumah Adat Belitong.
That was the recap of the trip, kalau ditanya saya mau lagi ke sana, ehmmm, saya menunggu fasilitas dibagusin deh. Pantainya emang indah banget, tapi fasilitas dan variasi tempat kunjungan ya masih itu-itu ajah. Sampai kita bingung kalau mau BAK, ada sih di pulaunya, tapi masih minim banget.

Oh iya, seluruh perjalanan saya diatur oleh Pak Rohim/081929680973 (rekomendasi dari @tesyasblog). Sy gak banding-bandingin harga dengan travel lain, tapi pelayanan dan pengalaman saya juga nggak ngecewain kok. Saya tinggal bilang mau ke mana dan makan apa…Dan menurut saya, lebih baik kita diatur oleh trip organizer , karena setidaknya di tempat makan dan fasilitas umum, ada yang udah ngurusin (maklum, kaum hedon…. :)). Total kerusakan saya per orang ya: tiket Rp 1.100.000,- (PP), hotel: Rp 850.000 (deluxe 2 malam), biaya tour dan makan: Rp 800.000, ini salah satu menu makanan kita:

  
Jadi, ayo cobain menjadi Laskar Pelangi (link lengkap photo nanti yaaa….)

The Laskars
The Laskars