Memenuhi UndanganNya

IMG_1819Waw, ini postingan yang tertinggal 4 bulan 🙂 Hanya sekedar berbagi pengalaman umrah ya, mulai dari persiapan dan highlight dari persiapan saya yang lucu banget, adalah ketika minta ijin….

Di Manokwari, ketika makan malam second liners (biasa posisi warga kelas dua di luar ruangan utama, ditemani angin sepoisepoi, tanpa AC, saya meminta ijin kepada Pak Bos, eh Pak Bos ini sekarang calon orang penting…)
Saya: Pak, saya mau cuti ya akhir tahun
Pak Bos: hah… ?!? (maklum saya belum 3 bulan di Departemen tersebut, masak udah cuti lagi)
Saya: iya Pak, saya mau umrah. Sengaja kok pas tanggal 25, kan udah banyak libur. Jadi, saya cutinya hanya 4 hari
Pak Bos: oh, ya sudah, didata ya Fen, karena schedule kita padat di akhir tahun
Saya: siap, Pak
Pak Bos: umrah kemana?
Saya: *bengong* dalam hati: bisa ya Pak, umrah ke Paris (dan sampai sekarang pertanyaan Pak Bos gak saya jawab)
-> tapi mungkin ya, karena tipe saya yang masih diragukan, hahaha
Baiklah, mungkin kalau direfleksikan, kata Pak Ustadz, ada dua golongan orang yang memenuhi panggilannya, “yang (pertama) adalah yang memang sudah mampu dan siap untuk berangkat” dan “yang (kedua) adalah yang memaksakan diri memenuhi panggilanNya.” Saya termasuk golongan yang kedua, hihihi. Yang jelas dari kepastian mau umrah sampai berangkat gak nyampai sebulan. Saya juga nggak tahu kenapa, melabuhkan diri dengan berangkat di 2014, tapi semua memang dilancarkan banget. Padahal, Mr. Suami sempat ragu dan sempat berpikir, mending bayar DP naik haji atau umrah. Saya bilang, sudahlah naik haji 6-7 tahun lagi (katanya itu waktu menunggu setelah kita daftar untuk ONH Plus, kebayang kan yang Haji Biasa, Mr. Suami juga sempat bertanya keyakinan saya, hihihi, dan saya jawab YAKIN :))
Nah ini, tips penting yang pertama, adalah memilih biro perjalanan. Saya memang termasuk kaum hedon, ada beberapa persyaratan, mulai dari hotel, pengalaman temen, dan tanggal keberangkatan (kan pengen tahun baruan di Mekkah #uhuyyyy). Saran saya, pilih yang Madinah duluan, baik yang direct flightatau yanglewat Jeddah. Jadi,  kita punya waktu istirahat di Madinah selama berapa hari, dan miqat-nya pun tidak di pesawat, lebih khusyulah. Oh iya, dari hotel2x yang ditawarkan oleh biro, saya browsing ke tripadvisor atau Agoda loh…., niat ya…Karena ini pengalaman pertama, jadi saya ingin sesuatu yang menyenangkan, dan bener-bener nyaman.
Dan akhirnya pilihan saya jatuh ke Tazkia (travel atas saran dari Ibu-Ibu Berlian) bukan promosi ya, tapi pelayanannya bagus, dan kita didampingi oleh Pak Ustadz, hotel deket banget sama Nabawi atau Kabah, dan makanannya enak juga, disamping itu ada tanggal yang saya mau :). … Alhamdulillah juga, pas berangkat saya diupgrade ke business class, berasa pejabat….:P
Contoh Baju Umrah Langsung dengan Kepala
Contoh Baju Umrah Langsung

Tips kedua, adalah pakaian, nah penasihat mode saya pertama itu Ibu saya yang ternyata sangat gak updates sama kondisi saat ini, menyarankan saya pake daster, atau baju2x yang dijual di paket Umrah, yang menurut saya ternyata gak banget. Untung, Ibu Berlian meminjamkan bajunya pada saya, jadi saya nggak  saltum. Sebenernya, untuk Umrahnya kita memang lebih afdol pake baju putih yang membuat nyaman untuk bergerak, tapi di luar kegiatan Umrah  banyak banget baju2x Thamrin City yang menghiasi Mekkah dan Madinah. Intinya baju muslim yang loss, namun dengan warna pastel tetap manis kok, dan ternyata kalau berburu sekarang harganya juga sangat terjangkau :). Oh iya, untuk tawaf wada (tawaf perpisahan) disarankan pake baju terbaik kita, malah kalau bisa baju baru. Karena kita mau pamit sama Allah, kita berharap bisa dipanggil lagi diundang lagi jadi tamu Allah, jd harus pamit dgn baik.

 

contoh kaos kaki wudhu
contoh kaos kaki untuk berwudhu
Jangan lupa ya, pake kaos kaki yang untuk berwudhu, yang bisa digulung depannya, ini praktis banget dan cukup membuat orang2x sana terbengong2x. Bawa sendal jepit, manset, juga daleman putih dan hitam. Karena umumnya baju muslimnya dari bahan satin yang menerawang, jadi pake daleman sangat membantu. Oh iya, dalemannya yang full body dan yang bahannya agak tebel tapi nyaman, sekitar Rp 100.000-an kok. Biasanya kita sholat hanya dengan baju yang kita pakai, karena sudah tertutup, tapi saya kurang afdol, jadi tetep pake mukena/bergo lebar. Penting banget, jangan beli barang yang gak perlu, kalau kita ke toko perlengkapan umrah suka ditawarin beli kaos dalam yang ada kantongnya, padahal mah gak kepake. Satu lagi, bawa tas selempang seperti tas doraemon itu, jadi semua bisa masuk, biasanya sih dikasih dari Biro-nya kita ya…
Itu sekedar tips-nya, mudah2xan membantu, nanti saya akan tulis kegiatan hariannya…Bukan maksudnya sok-wise, tapi bener deh, kalau sudah ada niat, walaupun sedikit, mendingan dijalanin….karena Allah pasti memberikan kemudahan…