Berteman dengan Orang Baik

Acara Mangalehen Mangan Saya lagi teringat  malam terakhir saya sebagai anak gadis. Di adat kami, di Sumatera Utara, di malam terakhir sebelum menikah, ada acara adat yang namanya Mangalehen Mangan. Biasanya di acara ini, si anak gadis yang mau menikah diberikan petuah oleh para sepuh, dan terakhir oleh orang tuanya. Saya masih ingat di malam itu, 3 Januari 2003, almarhum Papa adalah yang terakhir sekaligus menutup sebelum sungkeman (lihat photo sebelah ya..)

Alih-alih memberikan petuah mengenai kehidupan berumah tangga, beliau malah mengucapkan Terima Kasih pada saya di malam itu. Terima Kasih.., ya Terima Kasih. Rupanya selama mengantarkan saya sampai dengan menikah, dia menyimpan kekhawatiran di setiap fase kehidupan saya. Dia takut saya terjerumus pergaulan bebas, dia takut saya terjerumus NARKOBA (maap ya, pada saat itu NARKOBA lagi marak, tetot ketauan deh angkatannya :P), namun beliau menyimpan kelegaan dalam hatinya, ketika dia melihat dengan siapa saya berteman dan siapa teman-teman saya. Karena beliau percaya, sekuat apapun pendidikan yang ditanamkan di rumah, pengaruh lingkungan dan “peer” sangat berperan terhadap sikap dan perilaku saya. Jadilah pada malam itu, beliau menyampaikan terima kasih karena saya telah berteman dengan orang-orang baik (psssttt, teman-teman saya jangan ge-er ya).

Saya pun terhenyak dengan penuh linangan air mata, dan sejak detik itu saya belajar tentang pentingnya berteman dan bergaul dengan orang baik. Almarhum tidak pernah memberikan komentar ini sebelumnya, dia tidak pernah berkomentar siapa dan apa teman-teman saya, namun di malam terakhir itulah semua dia uraikan dengan kata-kata manis. Pun, ketika saya memiliki anak, nasihat itu yang saya ingat dan saya tanamkan, agar anak-anak saya juga memilih berteman dengan orang baik.

Saya percaya, bahwa terlepas dari siapapun kita, kalau kita berteman dengan orang-orang yang baik, kita akan bisa menjadi baik juga, bukan artefact-artefact yang hanya merupakan simbol, seperti baju, jabatan, pangkat.  Jadi ya bertemanlah dengan orang yang baik, tentunya beliau juga tidak mengajarkan saya untuk berteman dengan  orang yang bermasalah (not to mention, I am big fan of Anis Baswedan, Rene Suhardono, Abraham Samad, Dahlan Iskan dan Yovie Nuno, hehehe, saya kan penggemar fanatiknya Yovie Widianto).

In memoriam of my beloved Papa, miss you Papa…may you always smile from above (ayo jadi orang baik…)

Special thanks for Lala yang udah kirim photo jarak jauh Jakarta-Sing, Didi yang udah bantuin Lala juga….