mengelola …

 

Stress-Management-Pic-201x300Postingan ini mulai, ketika awalnya di kantin kemarin, teman saya dari ekonomi raksasa di Asia Timur…mendekati saya dan ngajak minum kopi bareng, terus dia bilang, “saya sedang bertensi tinggi nih, kamu lagi apa? Saya: “sedang belajar econ (eaaaaa).” Dia bilang,”kok kamu nggak pernah keliatan stres sih, sepertinya kamu bisa menghandle semuanya.” Saya tersenyum dan bilang,”kamu nggak tahu aja.” Malamnya, temen saya dari salah satu negara Afsel datang ke unit saya dan kita membicarakan perilaku salah seorang teman yang sudah sangat tidak menyenangkan dan tidak hanya di satu kuliah saja.

Di sini sudah ada temen saya yang kembali ke negaranya karena depresi. Pastinya, di minggu2x terakhir ini, ketika sebagian nilai sudah dibagikan dan saat menunggu ujian dimulai, semua pada tegangan tinggi dan sumbu pendek. Buat yang gak punya ujian, nilai sudah dibagikan, artinya mereka sudah tahu nilai akhirnya. Buat seperti saya, yang memilih ujian, artinya saya masih menggantungkan harapan dengan ujian itu, dan amin, saya ikut ujian, karena menggantungkan nilai dari paper saja buat yang Inggris bukan native, sungguh sangat berat.

Kembali ke masalah mengelola lima huruf itu…., saya juga mengalaminya, haiyaaa. Saya ditegur dan dibilang plagiarize hanya karena saya gak pake tanda kutip. Hadeuhhhhh…padahal saya cite resourcenya. Tanda kutip yang membawa maksiat. Makanya, saya sebel sama orang yang tidak memenuhi tenggat waktu. Heuhhhh, kita udah gak tidur dan gak mandi dua hari dua malem,  deadline udah diumumin dari kapan tahun, masih aja ada yang coba nego sama dosennya.. Halllloooooo, saya juga tipe last minutes person, tapi saya komit untuk menyerahkan hasilnya on-time, walaupun kalau deadline jam 11.59, ya kemarin saya gunakan batas maksimal 11.55 (hehehe, 5 menit berharga untuk cuman benerin koma dan titik koma).-itu aja masih ada yang miss #do’a

Tapi kemudian saya berpikir kalo saya terus pada situasi terpuruk malah gak produktif kan, jadi…saya coba mendulang emas dari tempat lain. Nah, satu hal yang saya temukan sangat obvious dan kalau saya lanjut sekolah  saya sampe udah nemu topiknya 🙂 Pengaruh job security terhadap jiwa kompetitif + perilaku stres….At the end, grup saya ini adalah 39 orang dengan tingkatan mid level career (meskipun ada yang resign dr tempat kerjanya, mereka masih bisa kembali). Nah, situasi job security ini ternyata emang ngaruh banget…., karena kalau kita udah mati2x-an dan hasilnya kurang sesuai dengan mati2xan itu, kita semua liat2xan dan saling berkata, “Ah, setidaknya begitu program ini selesai, kita pulang dan masih bisa duduk di meja masing2x. Demikian juga saya, yang sudah ngetek tempat di departemen tiga huruf itu, dan toh masa saya ke jenjang berikutnya masih 3 tahun lagi, itu juga kalau lancar :). Ternyata buat yang  tidak/belum bekerja, situasi ini sangat berpengaruh membawa ke perilaku stres yang lebih tinggi.

Jadi kalau dibilang saya nggak stres? Salah besar…..semua orang pasti pada posisi yang sama, hanya bergantung pada bagaimana mengelolanya dan yang terpenting bagaimana mengelola harapan, be realistic (ekspektasi tinggi yang kadang buat jatuhnya lebih sakit….)

Don’t aim for the result, enjoy the learning moment…..Take time to appreciate every day, because years will be gone before you know it. 

Mandi dulu yaa…. (ups, artinya :P)