kirim-kirim uang…

Masih inget cerita saya mengenai Happy Smiling Faces kan…? Nah, setelah ngobrol2x lagi…, saya tanya berapa kali dia kirim uang ke Philippines, jawabannya: sering dan gak tentu. Kenapa…? karena murah dan gampang, kalau Bapak saya butuh saya kirim, istilahnya on-call basis. Dia menghindari untuk kirim uang dalam jumlah besar sekaligus karena dia nggak pengen keluarganya disana jadi konsumtif. Oops, alasan yang masuk akal ya….Tambahan lagi keluarganya bisa melakukan cash-out dimana saja, bisa di convie store, di ATM, intinya cepat dan mudah….

remittance di lucky plazaDan…pasti tahu dong…Lucky Plaza di Orchard, saya gak pernah ngeh awalnya, tapi pas saya lihat  antrian orang bagaikan ular tidak hanya di akhir pekan, tapi juga di hari biasa., saya jadi penasaran ngapain ya mereka? Dengan lambang tempat yang semuanya tertulis remittance, yuppp  …ternyata mereka semua mau kirim uang…Nama agent-nya semua berbau tagalog, ada Mabuhay, Kabayan, Bruphil dan banyak lagi. Uniknya…, semua menawarkan harga yang fix, rata-rata 4SGD untuk sekali pengiriman berapa besarpun uang yang dikirimkan. Kalau Anda berkesempatan ke Lucky Plaza, uih lihat dehseru

Malahan salah satu operator seluler di Singapore, juga sudah bekerja sama dengan G-Cash. jadi bisa kirim uang via mobile phone yang lintas negara. Rata-rata keunggulan yang ditawarkan adalah cepat, murah dan bisa cash out dimana saja di Philippines. Oh-iya lambang agen cash-out apa saja yang ada di Philippines juga dipasang di layanan mereka kayak di pict saya ini..

Lalu bagaimana dengan TKI kita? Nah, karena saya dapet “tugas” kirim uang ke Jakarta via jasa pengiriman uang, jadi saya ngubeklah si Lucky Plaza. Pertama, saya ke tempat Bank berlogo perahu dan mereka bilang butuh waktu satu hari, dan harus ada bank account si penerima dengan harga yang kebih mahal dari 4SGD. Lalu, saya browsing jasa pengiriman uang terkenal itu, oh ternyata di BKK dan Bruphil bisa kirim uang ke Indonesia. Sampailah saya disana, dan langsung ungkapan pertamaI can’t speak Tagalog, I can speak English #lapkeringat.

Dan di tengah antrian panjang sampai mau pingsan, saya akhirnya dapat giliran, ternyata kirim uang ke Indonesia 10SGD saja (uhukkk, katanya  we charge you more to send to Indonesia)…Di tengah keramaian, akhirnya saya ngerti kenapa si Mbak lebih sering bawa cash daripada transfer….

Advertisements

dahulu…

Percakapan dengan Almarhum Papa:
Papa: Kaka, nanti mau kuliahnya apa…?
Me: Psikologi deh Pa…
Papa: Iya ya, cocoknya…. marketing, psikologi aja…nanti kamu kerja di perusahaan, jualan sana….

Now, I do understand why he didn’t ask me to pursue econs, math or engineering…
Parents advise is always be the best 🙂 Finally I studied Psychology and never guessed I would end up myself in this financial institution, hahahaha, but I wondered ya, I had Statistics at that time for 4 semesters and I got A…what did I do.. and how  I had  gone through that perfectly, does age matter?

Now, all this equations, formulations, valuations are really triggering me…slowly but so sure…
I remember, I had good marks at Math only until my junior high school, then where was I during high school…? I guessed I enjoyed….my teen time….too much (never regret)

Anyway my lesson learnt, I asked my twins to study carefully Math…do not follow their Mom…..Math is important dear…
I know…this kind of econs thing is my exercise…of passion, let’s break the balloon

At least the tutor said…we don’t want you to be an economist, we just want you to have econ’s thinking in policy making or policy analysis…huhhhhh
Will survive….