Happy Smiling Faces

Walaupun status saya sekarang mahasiswa, tapi nuansa emak2x yang biasa hidup seharihari dengan bantuan PRT, tetep gak bisa dilepas, hahaha. Jadi, disini saya pun dibantu oleh part-time PRT yang datang 2 minggu sekali untuk bebersih dengan tarif S$12/jam. Setiap datang, total waktu yang dibutuhkan 2-3 jam. Jadi sekali datang mereka dapat 250.000 lah, lumayan kan…. Menariknya mereka ini bekerja full time sebagai PRT dan memanfaatkan waktu libur mereka Sabtu-Minggu untuk melakukan kerja part-time ini…. (Thumbs up)
Gak usah disebut, pasti udah tahu kan dari negara mana mereka berasal, negara tetangga yang sekarang sedang ngetop-ngetopnya dengan kisah sukses remittance dan mobile financial services. Saya pernah baca di satu artikel, men-eksport warga negara mereka menjadi tenaga kerja di negara lain, memang menjadi komoditas besar saat ini, karena “happy smiling faces”, warmth personality, dan tentunya bahasa. Pernah punya teman Pinoys? I guess you agree with me, they party behavior always make the day is cheerful…walaupun temen saya bilang, karena sang Ibu banyak  bekerja di LN, jadinya banyak anak2x yang sekarang tidak mendapatkan kasih sayang Ibunya, ups…kita lihat apa yang akan terjadi 20 tahun lagi, karena sentuhan Ibu banyak berpengaruh pada kepribadian kan

Menarik ngobrol sama mereka, dan saya kagum sama kerja kerasnya. Ups, cara mereka berpakaian juga…aih, Inem Pelayan Sexy kalah…Alkisah, rata-rata mereka sudah bekerja di Singapore lebih dari 10 tahun,  dengan gaji 500-700 S$ (gak besar ya). Kerja mereka juga cepet dan kami puas. Alkisah namanya E, berumur 37 tahun dan saat ini menjadi single parent. Anak perempuannya berumur 17 tahun, dan sudah di college. Dia bekerja full time sebagai PRT, tapi memanfaatkan waktu malamnya untuk kerja part-time seperti ini. Jadi, kerjaan dia selesai jam 5 dan kemudian jam 7 dia ke-rumah-rumah kita mahluk yang kurang suka bebersih ini. Gajinya di bawah kontrak kerjanya, karena dia mengerti
bahwa majikannya bukan orang dari kalangan atas banget, tapi dia dikasih kebebasan,  sehingga dia bisa part time job dimana-mana.Dia bilang: it’s okay, I now I am not paid well, but at least they give me flexible working hour, that make me happy… (hahaha, those happy smiling faces looking for happy time as well, there’s something that money can’t buy). Saya bandingkan sama PRT di Indon, hadeuhhh udah dikasih lebih dari tetangga sebelah juga tetep ya…, that is why they don’t have happy smiling faces..

Ini cara mereka bekerja, seru kan, aihhh 🙂 (tunggu postingan saya mengenai cara mereka mengirim uang yait’s another unique story, and I understand now, why remittance is being taken care very well)

Image