Memimpin dengan Hati

Suatu hari jam ritme ke kantor saya berubah, saya berangkat lebih awal dari biasanya. Saya pun harus minta ijin si kembar, karena tidak bisa menemani mereka mandi dan sarapan seperti biasanya.

Saya: Mimi berangkat ke kantor sekarang ya…harus pagi-pagi…

Kembar: Ada apa…?

Saya: Mimi ada acara sama Jokowi

Kembar: Hah, Mimi mau ketemu Jokowi? Jangan lupa photo ya Mimi, salaman sama Jokowi…, bilangin selamat jadi Gubernur DKI, semoga lancar (sambil ngantuk-ngantuk). Dan waktu saya kiss mereka tetap mengingatkan saya untuk photo dan salaman. Saya pun tersenyum sendiri, sambil berpikir ajaib juga ya Jokowi…..

Dan ketika Jokowi memang ada di depan mata saya, entah kenapa, yang terbersit dalam pikiran saya adalah do’a: Ya Allah, lindungi dia jadi pemimpin. Semoga semua jalannya dilancarkan, dimudahkan dan selalu dalam ridhoMu.Entah mengapa, tapi saya rasa disinilah saya melihat ketulusan seorang pemimpin yang memang bekerja dengan hati (langka banget sekarang).

untuk Bandung 1
untuk Bandung 1

Perasaan yang sama, ketika saya tahu Kang Ridwan Kamil (Kang Emil) http://www.facebook.com/RKbdg?fref=ts, dosen muda ITB, sarjana arsitektur, sudah banyak desainnya di antero dunia, aktif membangun sarana ibadah dan fasilitas sosial lainnya, memproklamirkan dirinya menjadi calon Walikota Bandung. Kalau aktif di media sosial, pasti tahu banyak mengenai  inisiatif dan prestasinya, Indonesia berkebun, Bandung Creative Center, blog tempe dan banyak lagi (psstttt…baru-baru ini Kang Emil terpilih jadi icon Gatra 2012 bersama Jokowi dan kemarin mendapat”Urban Leadership Award” dari Univ Pensylvania, AS atas jasanya menjadi penggerak civil society yang memberi inspirasi bagi sesama)

Saya mengagumi dia secara personal jauh sebelum dia mencalonkan diri sebagai Walikota Bandung, mungkin karena latar belakang kami yang sama sebagai anak dari dosen Unpad, saya pun mengenal keluarganya sebagai cendekia. Anak muda yang memiliki segudang prestasi, dan dia mengajarkan saya untuk berani bermimpi, quote dia yang selalu saya ingat ketika di Kick Andy: Networking is Everything.

Kang Emil yang saya tahu bukan seorang politikus dari partai tertentu, dia hanya ingin memajukan Bandung yang kita semua cintai menjadi lebih baik. Dari ketulusannya dia yakin Bandung bisa menjadi kota yang mendunia: “Bandung bisa dibangun menjadi kota terbaik di Indonesia jika inovasi, kreativitas dan kolaborasi bisa menjadi ruh dalam membangun kota Bandung”.

Saya bukan tim kampanye-nya, tapi karena saya cinta Bandung, dan saya yakin banyak orang yang peduli kota Bandung, saatnya kita memilih figur baru, figur yang memimpin dengan hati (@relawan_bandung/@RKbdg).

Advertisements