Habibie dan Ainun: Must Seen Movie

habibie ainunmov haUdah punya dan hatam bukunya dari tahun lalu, tapi pas nonton filmnya (yang sukseus membuat satu bioskop pastinya mengeluarkan air mata) masih ngerasa #ketampar. Akhir-akhir ini saya sering bertanya apakah kesuksesan seseorang karena kerjakerasnya atau faktor garis tangan. Tapi ya….@ least perjuangan dan kerjakeras Habibie mengembalikan keyakinan saya bahwa tidak ada kerja keras yang sia-sia (walaupun ada faktor garis tangan itu).

Buat saya, film ini menjadi must seen movie di akhir tahun, memang tidak sedetil bukunya, tapi visualisasinya maksimal. Hmmmm, (menurut saya) pemainnya Pak Habibie yang kurang pas. Akting Reza memang sangat sempurna, gaya bicara dan jalannya sudah pas, tapi fisiknya agak kurang pas. Bunga yang memang ayu dan Indonesia banget (menurut saya) tepat memerankan sosok Ainun.

Lebih jauh, saya kagum dengan Pak Habibie, yang mampu menuliskan perjalanan hidup dan cintanya dengan Ibu Ainun. Gak mudah dan gak semua orang bisa dan mampu menulis seindah itu, pada usia Pak Habibie pula, saya sendiri mungkin tidak mampu, tapi karena ada kekuatan CINTA segala sesuatu menjadi mungkin.

Film ini memang mengisahkan perjalanan kisah cinta mereka sampai Ibu Ainun pergi, tapi…saya jadi tahu betapa kecewanya beliau ketika PT DI bubar, padahal citacitanya untuk menyediakan sarana transportasi antar pulau secara murah untuk kesejahteraan masyarakat. Uih, sekarang low cost budget airlines yang bukan merah putih malah menjamur, seandainya dulu PT DI terus memproduksi GatotKaca.

Saya lebih suka baca bukunya, tapi menontonnya pun mampu membuat mata saya bengkak, thumbs up buat Hanung. Oh iya, yang saya suka lagi (gak penting sih) dressdressnya bu Ainun yang dipakai Bunga sangat keren (apalagi kacamatanya 🙂 . Again, it’s a must seen movie, you will find out not only the power of love but the life of tough, dedicated and hard worker people.

Advertisements