Anggrek….


ehm…. kali pertama saya membaca catatannya, kepala saya pun berputar, kenapa ya….penting sekali menyelenggarakan Expo Anggrek. Baiklah, karena ini sifatnya penugasan, yang saya lakukan adalah mencari seluk beluk si Anggrek di bumi pertiwi ini…

Dan ternyata, sadarkah kita bahwa seperlima dari spesies Anggrek di dunia dimiliki Indonesia, sikh tapi banyak yang sudah hilang sekarang seiring dengan eksploitasi hutan yang terus menerus. Para ini mengingatkan saya akan tulisan di Kompas yang mengutip pernyataan Wapres Boediono bahwa jangan-jangan pertumbuhan ekonomi kita bukan karena kreativitas dan inovasi, tetapi karena eksploitasi sumber daya alam, hikshiks…Jadi, kita musti menyadari bahwa suatu waktu sumber daya alam ini akan habis….

Kembali ke Anggrek, memang menyedihkan, bahwa negeri ini, tidak menjadikan Anggrek sebagai komoditas unggulan. Alih-alih menjadikannya komoditas, rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap Anggrek pun tidak ada (ya…seperti saya ini). Namun, di beberapa tempat seperti di Yogya sudah ada komunitas pencinta Anggrek, dan di Bandung sebagai tempat penyelenggaraan expo kemarin juga sudah ada komunitasnya. Yang belum tergarap memang bagaimana memediasi antara pemilik budi daya, perbankan, dan juga jalur distribusinya. Tentunya…juga inovasi produk. Ternyata bibit anggrek bisa ditaruh di dalam botol, dan tahan lama loh…Menarik kan kalau itu dijadikan souvenir kota Bandung.

ini yang namanya Anggrek 70 juta….

Dari perjalanan kemarin saya jadi tahu jenis Anggrek dan juga rentang harganya, ups jangan salah ada yang berkisar dari puluhan ribu, ratusan ribu sampai puluhan juta. Anggrek juga perlu sentuhan tertentu untuk dibudidayakan, dan ternyata mencari silangan anggrek itu cukup mudah.Photo saya ini adalah dengan anggrek berharga 70 juta..ckckckck. Tapi semua belum tergarap serius sih, kemarin waktu saya jalan-jalan di Tokyo jenis anggrek sama yang dijual hanya ratusan ribu di Bandung, di Tokyo dijual sampai jutaan rupiah. Harusnya, memang kita lebih aktif memasarkan produk…Oh iya, katanya pasar anggrek juga sudah bisa diprediksi dari sekarang, misalnya lima tahun ke depan kita jadi tahu jenis Anggrek yang akan digemari di pasar Eropa

Anyway, saya jadi belajar banyak tentang anggrek, dan bermimpi jika Anggrek bisa menjadi komoditas ekspor Indonesia, tidak hanya itu…pengen dong kalau orang ke Bandung bukan karena “factory outlet” tapi karena festival Anggrek yang diselenggarakan rutin, kan katanya Bandung kota berhiber.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s