Horeee… Jakarta Punya MRT (2019)

Setelah sekian lama rame dibahas di WA Group , akhirnya…20 April kemarin, kami dapat kesempatan juga buat ngunjungin MRT Site, yang katanya 16m di bawah tanah..Awalnya ragu, mau ikutan apa nggak, tapi karena siang hari dan hanya 2,5 jam…apalagi pas ada teaser kalau kita akan jadi rombongan pertama pasca pemilihan Gub DKI (membuktikan, siapapun Gub-nya, proyek pembangunan Insya Allah berjalan lancar); ada teaser lagi… siap-siap dada berdegup kencang, saking bangganya Jakarta akan punya MRT… Baiklah, kayaknya kesempatan ini gak mungkin saya lewatkan … To some reason meeting this bunch of people always brings positive energy

Dan…., here we are…meeting point kita di lobby Menara Nusantara, a nice chit chat and a good coffee are always great companion (sumpah, kopi di lobby Menara Nusantara itu enak banget…., hmmmhhhh, nulisnya sambil bayangin, tengkyuh Mbak Miki traktirannya). Chit chat seru update A di B, B di C.. sampai pemilihan kuliah anak, kesuksesan TimSes OKe-OCe, dan ada yang sengaja dateng dari Manilla, memang selalu menyenangkan….

Pas jam 1.30 kita naik ke lantai 21 untuk briefing…, dan datanglah Sang Direktur Operasional, yang makasih banget udah nemenin kita sesiang itu… You Go Gung…proud to be your friend, udah dibilangin sebagian niat kedatangan gue hari itu kan bukan hanya mau lihat site MRT, tapi mau ketemu Pak Direktur juga…. Pak Direktur pun menjelaskan konsep MRT: Moving Towards Better Jakarta (sumpah dijelasin aja, udah bangga banget). Pengalaman kita semua melihat MRT di negeri Singa belasan tahun yang lalu itu, ternyata akan terwujud di Jakarta pada tahun 2019. Lama ya….? dan kita yang terakhir dari The BIG 5, ASEAN Countries yang punya MRT. Tapi ya sudahlah, akhirnya mimpi yang belasan tahun lalu hanya bisa dibayangkan sekarang akan menjadi kenyataan. (I cross my finger for this karya anak bangsa, yang gak usahlah ya diganggu-ganggu info gak penting). Proses penyiapannya sudah berjalan 60%, termasuk penyiapan SDM-nya yang mengharuskan belajar ke negeri yang udah maju dengan MRT-nya… Oh iyah…saya baru tahu, kalau PT MRT ini adalah BUMD, prosesnya berjalan sudah sangat lama, tapi bergerak maju dan menjadi program prioritas Pemda DKI pada saat Jokowi jadi Gubernur. Proses groundbreakingnya dilakukan pada masa kepemimpinan Ahok, ketika seluruh kontrak dengan pihak kontraktor sudah ditandatangani pada tahun 2014. Tambahan info direksinya rata-rata angkatan 90-2000an dengan sebagian pekerja adalah Gen Millenials, can you imagine!!!

Selesai briefing singkat, kita menuju ke… site MRT-nya…caranya naik ke Jembatan Penyebrangan persis di depan Menara Nusantara, dan di tengahnya belok ke kanan untuk menuju site di kedalaman 16m. Di site ini kita harus ganti sepatu, pake rompi dan pake topi pengaman… Dan proses eksplorasi site MRT ini pun dimulai…, siap-siap turun tangga ya, dan nanti naik tangga lagi :P:

Panas gak di bawah tanah…? Banget, tapi saya gak sesek napas, mungkin karena saya terlalu bangga kalau Jakarta akan punya MRT… Menyaksikan proses penyiapannya di dalam tunnel membuat saya yakin mimpi ini akan segera menjadi kenyataan.

Saat ini kolaborasi dengan berbagai mitra juga sudah mulai dijalankan, salah satunya dengan PLN untuk menjamin pasokan listrik, dengan penyedia layanan seluler, biar gak mati gaya kalau di terowongan …dan even dengan mall sekitaran, wihhh nanti kayak di Scott Road, Kakak. Uts…, jangan salah nama-nama untuk di tiap stasiun juga menjadi bagian dari skema kerjasama…. (pengen namanya jadi salah satu stasiun…, kontak PT MRT ya, hehehe). Saya juga titip pesan,…nanti pembayarannya Non Tunai ya(utss…iyah katanya, tapi mau pake standar yang cepat….)

Let the pictures talk….sebagai warga negara Indonesia, saya bangga dan berharap mimpi kita semua akan terwujud…untuk yang terlibat dalam proses ini…. I pray for your success and health, selamat telah menjadi bagian dari sebuah sejarah!!!

There is no greater reward, than working from your heart, and making a difference in the world (Santana)

Memenuhi panggilanNya (2) Syarat Naik Haji Reguler

IMG_9996
ketika menunggu…yang Alhamdulillah gak pake lama

Sebenernya debat dalam diri saya buat daftar haji Reguler atau ONH sudah lama, dan apapun pilihan kita, semuanya menunggu dalam hitungan tahun. Terinspirasi dari temen saya yang pake Haji Reguler, saya dan Suami pun memutuskan untuk mencoba ambil yang Reguler. Tapi juga dengan rasa penasaran, pake ribet gak atau pake antri gak ya daftar di Kementerian Agamanya. Teman saya meyakinkan  bahwa gak pake ribet dan gak pake antri, masih ada tanda tanya pake macet gak ya (hehehe) Mengingat rumah saya kan daerah Tangerang, dan biasanya pasti macet 😀😀😀, tapi ya sudahlah…

Ini persiapan pendaftaran Haji yang harus dilakukan:

  1. Buka tabungan haji di Bank Syariah manapun ya, dan penuhi saldonya sampai dengan Rp 25jt/orang (lebihin Rp 100,000). Setelah mencapai 25jt, kontak AO kita dan tentukan jadwal kapan kita mau daftar ke Kementerian Agama untuk mendapatkan surat pengantar bukti lunas. Kindly noted, kalau surat pengantar ini hanya berlaku 5 (lima) hari, jadi proses saya yang sudah berjalan lama ini, terpaksa menunggu kapan saya bisa ke Kementerian Agamanya (kapan bisa cuti tepatnya, hahaha)
  2. Sambil buka tabungan sertakan fc KTP, fc KK, fc buku nikah, surat pernyataan (ini dari Bank kok), dan photo 4×6 (4 buah) serta 3×4 (4 buah). Buat wanita photonya memakai jilbab ya…
  3. Nah, setelah saya bisa menentukan hari, saya kontak AO di Bank Syariah, dan mereka pun dengan sigap menyiapkan satu set dokumen yang tinggal kita bawa.
  4. Selanjutnya cari kemana kita harus mendaftar Haji di wialayah tempat tinggal kita (ini yang membedakan dengan ONH Plus yang tinggal duduk dan Bironya yang datang) Karena saya tinggal di daerah Tangerang, Provinsi Banten, lokasi pendaftaran saya adalah di Kementerian Agama,  Prov Banten, Kota Tangerang, yang letaknya di depan RS Umum Kabupaten Tangerang. (Alhamdulillah, kesana gak pake macet :P)
  5. Tibalah saya di Kementerian Agama, dan bener kata temen saya, gak pake antri dan gak pake lama. Disamping satu set dokumen yang sudah disiapkan dari Bank kita hanya perlu menambahkan fc KTP, fc KK, fc Buku Akad Nikah dan Photo.
  6. Ini cerita lucunya, saya diminta photo sebanyak 20 buah, tentunya saya gak nyiapin, karena di persyaratan yang dikasih hanya perlu 4 buah. Untungnya…., saya sempet baca blog dan dibilangin kalau di tempat pendaftaran naik haji,  ada jasa layanan photo. Dan langsung saya bilang: bisa diphoto disini kan ya…? Jawaban si Ibu: disini udah gak ada lagi layanannya. Saya pun diam, dan berusaha ngajak suami cari tempat photo, tapi gak berapa lama……
  7. Dipanggil-lah suami saya…., dan kemudian diminta masuk ke ruangan untuk photo (saya: lah, katanya tadi udah gak ada layanan jasa photo, tapi ya sudahlah positive thinking)
  8. Selesai suami saya, kemudian giliran saya, untuk diphoto dan ambil sidik jari juga.
  9. Gak pake lama dari itu, kita dipanggil lagi dan diminta tanda tangan di lembaran yang sudah ada photo kita yang diprint di lembaran tersebut (catet ya diprint :))
  10. Udah gitu si Ibunya nanya: jadi mau gimana photonya…? Saya: pakai yang tadi aja Bu; Ibu: jadi dicetak disini?; Saya: iya; Ibu: 75000/orang ya Neng. Saya: baiklah, sambil masih tanda tanya. Temen saya bilang, sebenernya jumlah photo yang banyak itu, dibutuhkan pas kita mau berangkat Haji, dan bukan sekarang, makanya photonya harus disimpan, karena nanti akan dibutuhkan. Tapi, ya sudahlah, saya gak mau ambil pusing, gak ngantri aja udah buat saya kegirangan, apalagi gak perlu cari tempat photo lagi 🙂

Nah, to the most significant part: berapa lama ya Bu, nunggunya? Ibu: 14 tahun, Neng; Saya: wowwww, bukannya ada penambahan kuota dari lobby Pak Jokowi kemarin?  Ibu: iya, Neng, tadinya untuk Banten 20 tahun, sekarang sudah 14 tahun, tunggu aja ya Neng…

Alhamdulillah, hebat ya Presiden saya, lobbynya mampu menaikkan kuota haji Indonesia, God bless You, Pak Jokowi…(ini bukan tulisan politik, but can you imagine..what he has done to our hajj). Saya pun pulang dengan senyuman manis, bukan karena cuti, tapi karena prosesnya memang begitu mudah dan cepat, menepis kekhawatiran saya mengenai proses birokrasi yang panjang….Masalah menunggu, Insya Allah, proses pendaftaran dengan ONH Plus tetap kami berdua jalani,  yang jelas pakai proses manapun, semua  harus menunggu, seperti yang dibilang Allah tidak memanggil yang siap, tapi Dia memanggil yang terundang olehNya…. (Nuhun Allah) 

img_0009

Enough is Enough


Dua hari ini saya memutuskan untuk menyepi, berkontemplasi atas semua kejadian yang terjadi, yang sebenarnya berulang….

Sudahlah life is always not fair, at this time being, sajadah is the best companion we have…

First time using Air BnB (why not…?)

Liburan ke Bali kemarin membuat saya mencoba sesuatu yang baru, iyaaa… Air BnB. Jadi, awalnya, hotel yang saya pesan hanya 2 malam, dan ketika mau nambah hari udah fully booked. 

Saya pun gerilya nyari hotel dengan sibuk buka-buka #traveloka dan #tripadvisor. Tapi, karena hotel sebelumnya tipe apartemen, tentunya garing banget kalau saya pindah ke kamar yang gerak dan ruangnya terbatas.

Akhirnya #mamakirit ini memutuskan untuk instalasi Air BnB di HPnya, dan mulai mencari tipe idaman, tentunya dengan pertimbangan lokasi, pool, dannnn HARGA, hihihi. Ternyata banyak tipe pilihan (pesan saya cari beneran pilihan kita, misalnya saya akan pilih 1 full house, walaupun ada menu 1 room, shared dan apartment). Cukup mudah kok menggunakannya dan sebagai #lastminutes ternyata ada menu instant booking, dengan menggunakan CC atau paypal (sayang, saya udah lupa paypal saya).

Ini tips buat pengguna pemula kayak saya:

  1.  Tentukan pilihan yang sesuai ya…. Kayak saya bilang, saya akan pilih one full house.
  2. Baca hati-hati term and condition, karena banyak minimum 2 nights stay.
  3. Baca reviewnya yaaaa, termasuk lokasi, akses, dan fasilitas apa yang didapatkan, jangan lupa intip yang punya Air BnB.
  4. Untuk pemula, emang prosesnya agak ribet, pake scan ID segala, tapi kerenn.
  5. Terakhir, try to communicate with the owner….(it is a must). kemarin, saya gak terlalu banyak minta, karena hari terakhir dan konsep liburan saya sekarang leyeh-leyeh.

Trus terang saya ketagihan dan  jatuh cinta dengan Air BnB ini, apalagi anak2x saya juga udah semakin besar, tentunya saya butuh space yang lebih besar. Terus terang, rate saya kemarin itu, villa dengan dua kamar dan 1 private pool, jauh lebih murah dari sewa 2 kamar di hotel berbintang. Mau coba lagi? Why not…, at least I have more choice now

Oh iya satu lagi, ini salah satu ciri dari social media, digital economy, the mutual symbolism,, we have to give review,  in the other hands, they will review us as a guest as well, jadi be nice as a guest. Bukan gak mungkin loh, kalau kita merusak, atau melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan dan kita ditolak jadi guest berikut-berikutnya…Ini review buat saya…


Menarik kan? Ayo, kemana lagi… #dilemparPopop 😋. Oh, iya biar saling menguntungkan pake link saya ini ya https://www.airbnb.com/c/fennyk55?s=8&user_id=82385767&ref_device_id=7060a5359e2db150f895b451ab6e89e006f96a16

Glamour Camping (“camping alaala”) #dusunbambu

Akhirnya…mencoba juga liburan kekinian, walaupun agak telat juga sih…, tapi sayapun memaksa sang suami untuk mencoba camping alaala di #dusunbambu yang ngeheits itu di hari ketiga Lebaran. Mumpung ada waktu, why not, ya kan? Dan, jangan salah reservasi sudah saya lakukan di bulan Mei, penuh banget.

Jadi, Dusun Bambu adalah tempat wisata di Lembang yang punya fasilitas cottage dan camping, walaupun yaa…banyak banget juga pengunjung yang dateng buat photo kekinian disana, emang indah sih, dengan biaya masuk Rp 20.000,-, banyak banget spot instagramable.

Gak salah, kalau dari jam 8 pagi, orang udah seabrek disana, buat hanya photophoto. Singkat cerita, saya ber4 pun nyampe sana sekitar jam 2 siang, sebenernya posisi parkir disana penuh banget, tapi kerennya pelayanan disana, kita tinggal bilang kita mau nginep atas nama Saya, dan langsung dibolehin masuk, dan di pertigaan langsung dijemput sama motor, dan dipandu ke tenda camping saya.

Dusun bambu punya 11 fasilitas camping, dan 2 yang double. Masing-masing ada halaman parkirnya, kamar mandi di sitenya, dilengkapi dengan api unggun dan fasilitas barbeque yang free. (Menyenangkan bukan, it was quite nice experience).


Oh iya, ada juga tempat ngumpul-ngumpul sekedar main kartu di halaman luarnya. Tendanya lumayan gede, bisa banget buat berempat, selain  buat tidur ada juga tempat buat makan-minum (psstt, ada telepon dan pemanas air loh, namanya juga glamour camping)

Yang saya lakukan adalah, main2x sama anak2x di tempat permainannya (ini beli karcis lagi ya), dan main di sungai mungilnya, terus makan malam di Pasar Khatulistiwa, gak lupa photo2x di Lutung Kasarung yang ngeheitssss ituh…Oh iya, di Pasar Khatulistiwa makannya pake voucher yang tidak bisa diuangkan lagi ya, dan sistemnya kayak foodcourt (jadi, jangan tuker kebanyakan, pecahannya mulai dari 2500 kok).


Malemnya, nah, api unggun dan barbeque jadi aktivitas utama.


Yang paling saya suka dari semua aktivitasnya, adalah makan paginya, karena jumlah cottage dan camping sedikit, lokasi makan di Restoran Burangrang yang gede, ditambah mountain view dan makanan yang ok-lah, kita bisa lehaleha menikmati pemandangan sambil makan.


Overall,camping alaala ini harus dicoba, walaupun kasurnya yang keras (ada sleeping bag sih) dan udara malam yang sangat menusuk. Edunnn, dingin pisan euy, jadi pasukan saya besoknya pada masuk angin 😋, tapi ..saya emang pengen memberikan pengalaman baru buat kita berempat. Pesen saya kalau mau coba, gak ada salahnya bawa coat, dan peralatan musim dingin lainnya, pssstttt, jangan lupa bawa bekel barbeque-yaaa. Buat yang punya anak, deretan permainan di Dusun Bambu gak akan buat kita mati gaya, walaupun gak ada kolam renang (hehehe)

Ini alamat dusun bambunya: 

Jl. Kolonel Masturi KM 11, Situ Lembang, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Telp: (022) 82782020

Conversation with God

(A self note and self reflection)

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. ” (QS.Al-Baqarah, 2:155-156)

Entah apa yang terjadi di tahun 2015 ini, rasanya baru sebulan saja si whitey tabrakan, dengan hasil ganti rugi total loss. Alhamdulillah, saya memang begitu dimudahkan dalam pengurusan total loss ini, hanya berjarak 3 hari dari polis asuransi diterbitkan. Mungkin karena banyaknya kemudahan itu, Yang Maha Kuasa kembali memberikan ujianNya.

Entah apa yang terjadi, saya yang paling anti Rumah Sakit, bahkan anti ke dokter (saya adalah peminum obat-obatan tradisional). Pilek saya hajar pakai air lemon, air kunyit, batuk saya minum air jahe, dlsb. Saya hanya masuk RS ketika melahirkan, itu pun tanpa kamar operasi. Kadang, alam bawah sadar, suka mikir, gimana ya rasanya masuk RS dan ditengok #heughhh. Ya, saya kejengklik pada tanggal 9 Desember 2015, yang saya pikir hanya kejengklik biasa, dan membuat saya mau berdiri sendiri, tapi setelah saya lihat, ke bawah, posisi tulang angkle kanan saya  sudah keluar ke kiri dan menonjol, sementara telapak kaki saya sudah tidak berbentuk. Astaghfirullah, subhanallah, entah apa yang terjadi, yang jelas sepatu saya masih melekat manis di kaki saya, dengan heels yang menancap manis di pavinblock. Sering kan,kalau kita jalan, heels menancapnancap di pavinblock. Tapi, yang ada di pikiran saya adalah kejengklik biasa dan bukan dislokasi atau patah tulang. Apa saya terlalu gemuk ya? (FYI, sepatu itu sudah saya buang dengan sukseus).

Malam itu juga saya dibawa ke rumah sakit, iya ke rumah sakit, dan tepat pada waktu itu juga diputuskan untuk melakukan tindakan operasi. Iya, operasi, subhanallah, astaghfirullah, sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk operasi. Tidak pernah, saya pun langsung merengek meminta dibawa ke alternatif, entahlah apa namanya, Cimande, H. Naim, RajaSinga, atau apapun, rasanya  ada petir menyambar, tapi yaaa mau gimana lagi. There is always be first time for everything, but subhanallah a first time for surgery…(never crossed in my mind).

Saya pun hanya bisa pasrah mengikuti semua urutan pemeriksaan dan persiapan operasi, akhirnya saya minta obat tidur, bukan apaapa, saya memang sedang mengidap insomnia belakangan ini, susah tidur….

Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan, dan itulah pembelajaran utama saya. Saya yang sudah punya sejuta rencana, ke Yogya hari Jumat malam, jadi MC akhir tahun di museum, liburan Natal ke Bandung, bahkan sampai liburan Februari.., terpaksa mengigit jari, dan membiarkan semuanya menjadi rencana indah…

Saya yang biasa menjadi bola bekel pun, saat ini harus menjadi anak manis, duduk di kursi kantor, bahkan menggunakan kursi roda untuk naik-turun lift (ini memang agak drama, tapi daripada saya kenapa-napa kan). Saya yang biasanya harus dadah-dadah sama suami dan anakanak untuk dinas, sekarang pun jadi mendadahi mereka yang pergi ke Bandung untuk acara keluarga. Saya yang biasanya susah ngangkat telepon, kalau si kembar nelepon, sekarang kebalikannya, hahaha. Saya gak pernah loh, sepanjang sejarah karir, dimanapun berada, tidak masuk kantor selama 7 HK (pernah sih pas kawinan sama pas Papa meninggal ya kayaknya, artinya lebih dari 10 tahun lalu).

Above all, si kembarpun bahagia ketika saya ada di rumah full selama 5 hari kerja. Katanya belum pernah saya selama itu di rumah  tanpa bekerja (wahhhh, toyoran buat diri saya). Si kembar pun jadi teman bermain saya dan asisten saya, kata mereka, biasanya saya yang ngurus mereka, sekarang mereka mengurus saya (how sweet).

Masih banyak lagi pembelajaran saya, padahal selama beberapa bulan terakhir, saya sudah tidak meminta yang lain, selain keselamatan dan kesehatan untuk saya dan keluarga. Semua rasanya cukup, toh kami bisa hidup dengan cukup, bisa mensekolahkan anak, yaaa, kalau tahun depan harus sekolah yg lebih, ada caranya, bisa liburan juga. Semua, Alhamdulillah…, oleh karena itu, saya hanya minta sehat dan selamat. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi apa yang kita butuhkan.

Tapi mungkin ini caranya Tuhan memberikan kesehatan untuk saya, saya disuruh merem aktivitas yang akhirakhir ini memang menyita waktu…., kecapean tepatnya. Masih terngiang katakata Ibu saya yang sering diucapkan ke adikadik saya: Kakak kamu itu terlalu rajin!!! Padahal sih, saya bukan kerajinan juga, tapi di institusi tempat saya kerja sekarang, tidak ada istilah hari libur. Kerjaa terus, dan  entah gimana, tempat saya itu juga yang kerja lemburnya menggila (ya naseeebbb)…

Berasa banget gak bisa kemanamana ya, tapi rasanya terlalu cengeng kalau saya menjadi  putus asa. Saya baru baca blog seorang Ibu yang membesarkan anaknya selama lima tahun dan memiliki cerebal palsy, dan juga berjuang melahirkan anaknya, sampai menghembuskan napas terakhir. Ada teman saya yang harus bedrest 3 bulan, Alhamdulillah waktu saya di rumah sakit pun hanya 3 malam, Rabu malam masuk dan Sabtu sudah disuruh pulang. Saya hanya tidak bisa lari dalam waktu dua bulan (Insya Allah, harus yakin bisa sembuh dua bulan).

Saya memang sedang hobi lari sekarang, sikh, jadi berhenti dulu sementara. Saya juga mulai mengatur makan, meninggalkan kopi kesukaan saya, makan telur dengan kuningnya, makan tomat direbus, makan brokoli sepiring, dan minum susu (haiyaa). Pagi-pagi makan brokoli dan telur sambil membayangkan indomie pedas 😄, atau makan sereal dengan susu dan buah, sambil membayangkan sate padang. Saya memang menjaga makan sekali sekarang, malah kalau di kantor, InsyaAllah saya puasa, stop coklat, bayam, teh hijau, gorengan, ayam, pisang, es krim, air es, susu kedelai, anggur, yang katanya menghambat penyerapan kalsium dan proses penyembuhan patah tulang (Lebay, tapi saya ingin segera pulih atas kehendak Allah tentunya). How are you coffee, I miss you deadly.

Saya juga baru 3 hari pindah ke posisi baru yang lama. Posisi ini memang sangat membutuhkan mobilitas tinggi, saya jadi gak enak sama Pak Bos, yang ngambil saya untuk lari, jadinya malah menghambat Beliau. I don’t know what will happen next, tapi ya mungkin memang bukan rejekinya…

Kalau kata orang, sakit itu penggugur dosa, ya mungkin, ini jawaban dari pertanyaan saya selama ini….

Yang jelas, saya belajar banyak, saya sabar dan iklas, waktu yang biasanya terasa cepat berlalu, menjadi lama hanya untuk menghitung 2mg-4 mg dst. But, at least i got my sleeping mode on again, ada loh masa yang saya hanya bisa tidur 3 jam.

Oh iya, sejujurnya saya memang sangat introvert, saya tidak memberi tahu siapapun, walaupun pada tahu juga akhirnya. Abisnya gimana, saya adalah orang yang terbiasa pulang pergi naik ojek, ehhh, jatuhnya malah di lobby yang seemprit. Alhamdulillah, bukan kecelakaan parah yaa…

Alhamdulillah ya Allah, saya masih diberi kesempatan menerima ujianmu. La hawla wala quwwata illa billah.

Mungkin ini quote yang tepat saat ini, karena kalau dilihat jatuhnya saya hanya dari teras 20cm, namun saya memang pake heels (oh iya, sekarang saya juga lagi bye-bye heels, dan menerima lungsuran flat baru)

Conversation with God
Conversation with God